KLIKINAJA.COM – Pemerintah Kota Jambi mengambil sejumlah langkah untuk memastikan program Mudik Lebaran Gratis Tahun 2026 berjalan aman dan lancar. Pengamanan, layanan kesehatan, hingga kesiapan bahan bakar menjadi fokus utama agar para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan nyaman menuju kampung halaman.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan pemerintah daerah mendapat arahan langsung dari Menteri Dalam Negeri agar kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing selama periode mudik Lebaran. Arahan tersebut bertujuan memastikan pelayanan publik serta pengamanan masyarakat tetap berjalan optimal.
Pernyataan itu di sampaikan Maulana setelah mendampingi Gubernur Jambi Al Haris melepas keberangkatan peserta Mudik Lebaran Gratis 2026 di Terminal Tipe A Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu.
Koordinasi BBM dan Posko Kesehatan Disiapkan
Maulana menjelaskan pemerintah kota telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran arus mudik. Salah satu langkah yang di tempuh yakni memastikan ketersediaan bahan bakar di jalur lintas yang akan di lalui pemudik.
Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan Pertamina agar pasokan BBM tetap tersedia selama masa mudik Lebaran.
Di sisi lain, sejumlah posko keamanan dan layanan kesehatan mulai disiapkan di beberapa titik strategis. Puskesmas turut di siagakan untuk memberikan pertolongan medis jika ada pemudik yang mengalami gangguan kesehatan di perjalanan.
“Peserta mudik gratis mayoritas berasal dari warga Kota Jambi yang akan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera Barat, serta beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jambi,” katanya.
Maulana juga memastikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur lintas utama tetap beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.
Ratusan Bus Berangkatkan Ratusan Pemudik
Program mudik gratis tahun ini melibatkan ratusan armada bus yang di siapkan untuk mengangkut masyarakat. Total sebanyak 979 penumpang di berangkatkan menggunakan 266 bus menuju berbagai daerah tujuan.
Keberangkatan di lakukan dari sejumlah terminal tipe A di Provinsi Jambi, di antaranya Terminal Alam Barajo di Kota Jambi, Terminal Muara Bungo, Terminal Sarolangun, serta Terminal Pulau Tujuh di Bangko.
Mayoritas peserta program tersebut merupakan warga Kota Jambi yang ingin pulang ke kampung halaman di Pulau Jawa dan Sumatera Barat. Ada pula pemudik yang menuju beberapa kabupaten dan kota lain di dalam Provinsi Jambi.
Program mudik gratis ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih aman selama musim mudik.
Masyarakat Di minta Jaga Keamanan Selama Lebaran
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri, Maulana mengajak warga untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Menurut dia, Kota Jambi memiliki peran penting sebagai daerah transit yang di lalui pemudik dari berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat meningkat signifikan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Keamanan dan kondusivitas selama perayaan Idul Fitri harus di jaga bersama, mengingat Kota Jambi tidak hanya menjadi daerah asal warga yang mudik ke luar daerah, tetapi juga menjadi tujuan pemudik dari berbagai wilayah sehingga mobilitas masyarakat akan meningkat tinggi,” kata dia.
Upaya Kurangi Kepadatan Lalu Lintas
Gubernur Jambi Al Haris menilai program mudik gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat membantu warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi, sekaligus menekan kepadatan kendaraan di jalur mudik.
Program serupa setiap tahun menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran arus mudik. Dengan adanya transportasi bersama, jumlah kendaraan pribadi di jalan raya dapat berkurang sehingga risiko kemacetan dan kecelakaan juga lebih terkendali.
Bagi masyarakat, program mudik gratis juga memberikan keuntungan dari sisi biaya perjalanan. Warga dapat pulang kampung tanpa harus mengeluarkan ongkos transportasi yang biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran.(Tim)









