KLIKINAJA – Pasar otomotif kembali bergerak dinamis setelah Nissan memperkenalkan model terbarunya yang di banderol mulai Rp105 jutaan. Mobil ini hadir sebagai kendaraan tujuh penumpang yang menyasar keluarga muda dengan kebutuhan mobilitas tinggi namun tetap mempertimbangkan efisiensi biaya.
Peluncuran tersebut menjadi langkah Nissan memperkuat posisi di segmen entry-level. Targetnya jelas: konsumen yang menginginkan kendaraan lapang, tampilan modern, serta konsumsi bahan bakar yang bersahabat untuk penggunaan harian.
Desain Modern dan Kabin Lapang untuk Keluarga
Dari sisi desain, mobil ini mengusung karakter tegas khas Nissan. Grille berukuran besar di padukan dengan lampu depan ramping memberi kesan agresif sejak pandangan pertama. Garis bodi yang mengalir dari depan ke belakang mempertegas aura sporty, di perkuat pilihan velg two-tone yang membuat tampilannya tidak terlihat biasa.
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard di lengkapi layar hiburan digital dan panel instrumen semi-digital yang mudah di baca. Ruang kabin dirancang fleksibel dengan konfigurasi bangku tiga baris, memungkinkan tujuh penumpang duduk dengan cukup nyaman. Sistem pendingin udara juga di rancang agar aliran udara menjangkau hingga baris belakang.
Klaim Irit 19,6 Km/L, Bidik Segmen Entry-Level
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu nilai jual utama. Nissan mengklaim konsumsi BBM menyentuh angka 19,6 kilometer per liter berdasarkan pengujian standar. Angka tersebut tergolong irit untuk kendaraan keluarga di kelasnya.
Mesin berkapasitas ringkas yang di usung di fokuskan pada keseimbangan antara tenaga dan efisiensi, sehingga tetap responsif untuk perjalanan dalam kota maupun rute jarak menengah.
Harga yang di buka di kisaran Rp105 jutaan membuatnya berada di wilayah kompetitif. Segmen ini selama beberapa tahun terakhir di isi oleh Low MPV dan LCGC yang lebih dulu populer.
Kehadiran model ini memberi alternatif baru, terutama bagi konsumen yang sebelumnya mempertimbangkan mobil bekas karena keterbatasan anggaran.
Dalam konteks pasar Indonesia dan Asia Tenggara, mobil tujuh penumpang masih menjadi tulang punggung penjualan. Kebutuhan keluarga yang sering bepergian bersama serta faktor nilai guna membuat kendaraan jenis ini selalu diminati. Produsen otomotif pun berlomba menawarkan kombinasi harga terjangkau dan fitur modern.
Jika klaim efisiensi dan harga kompetitif tersebut terealisasi di pasar, model ini berpeluang menarik perhatian pembeli pertama. Tantangan berikutnya adalah menjaga layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang, dua faktor yang kerap menjadi pertimbangan rasional konsumen sebelum memutuskan membeli kendaraan baru.(Tim)









