Normalisasi Dua Sungai Utama Dipercepat, Risiko Banjir Sungai Penuh Diwaspadai

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, SUNGAI PENUH – Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kota Sungai Penuh memperketat langkah mitigasi banjir dengan mempercepat pekerjaan normalisasi di dua sungai besar yang kerap menimbulkan genangan. Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turun langsung ke lapangan pada Selasa (2/12) untuk melihat perkembangan penanganan di Sungai Batang Merao dan Sungai Bungkal.

Kedua aliran sungai tersebut selama ini menjadi perhatian warga karena perubahannya dianggap memperbesar ancaman banjir, terutama akibat penyempitan alur dan penumpukan material sedimen. Pemkot menilai penanganan cepat diperlukan agar luapan air tidak kembali terjadi saat debit meningkat.

Peninjauan dimulai di kawasan Sungai Batang Merao, lokasi yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan sedimentasi cukup tinggi. Endapan lumpur dan pasir membuat aliran sungai menyempit dan dangkal, sehingga air lebih mudah meluap ketika hujan deras.

Baca Juga :  Wako Alfin Lepas Kafilah Sungai Penuh ke MTQ Provinsi Jambi 2025

Azhar Hamzah menyebutkan, hasil pemantauan teknis menegaskan bahwa pendangkalan Batang Merao tidak bisa dibiarkan lebih lama. Ia menekankan perlunya pengerukan menyeluruh agar kapasitas sungai pulih. “Pendangkalan sudah masuk kategori serius. Pengerukan ini penting supaya kemampuan sungai menahan debit air kembali maksimal,” ujarnya.

Di lapangan, alat berat bekerja membuka jalur aliran yang tertutup material. Petugas juga mengecek titik-titik yang dinilai paling rentan menghambat arus jika curah hujan meningkat dalam waktu dekat.

Usai meninjau Batang Merao, rombongan bergerak menuju Sungai Bungkal di sekitar Jalan Cangking, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan luapan air. Di lokasi ini, normalisasi mencakup pelebaran alur, pembersihan bantaran, serta pengangkatan material longsoran yang mempersempit ruang air mengalir.

Baca Juga :  Denting Besi dari Koto Padang, Desa Parang yang Menghidupi Sungai Penuh

Aktivitas alat berat terlihat cukup intens untuk membuka jalur air yang terhalang material. Pemkot juga memetakan ulang titik-titik kritis sebagai dasar penyusunan rencana pengerjaan lanjutan.

Menurut Azhar, normalisasi dua sungai ini tidak sekadar kegiatan rutin yang dikerjakan menjelang musim hujan, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan risiko bencana.

Ia menegaskan bahwa setiap tahap dikerjakan berdasarkan analisis teknis, mulai dari volume sedimen hingga kemampuan tampung sungai.

“Penanganan sungai ini adalah investasi keselamatan warga. Semua langkah harus berbasis data dan diarahkan untuk mengurangi ancaman banjir secara bertahap,” ucapnya.

Pemkot juga menyiapkan paket pekerjaan lanjutan seperti penguatan tebing sungai, rehabilitasi drainase, dan pengkajian ulang wilayah rentan banjir berdasarkan pembaruan data hidrologi.(Dea)

Berita Terkait

Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi
Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan
Mobil Agya Terjun ke Jurang Puncak, Tiga Orang Dievakuasi
Pemkot Sungai Penuh–Kodim Kerinci Percepat Gerai Koperasi Merah Putih
Kasus Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Resmi Naik Penyidikan
Dinas Kominfo Kota Sungai Penuh Perketat Standar Kerja Sama Media Digital
Normalisasi Sungai Sungai Penuh Capai 19 Km, Program Berlanjut Hingga 2026
Sekda Alpian Lantik Puluhan Pejabat Pemkot Sungai Penuh
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:00 WIB

Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:00 WIB

Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:00 WIB

Mobil Agya Terjun ke Jurang Puncak, Tiga Orang Dievakuasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh–Kodim Kerinci Percepat Gerai Koperasi Merah Putih

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:00 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Resmi Naik Penyidikan

Berita Terbaru

Daerah

Sarjana Dominasi Pengangguran Terbuka di Provinsi Jambi

Senin, 9 Feb 2026 - 18:00 WIB