KLIKINAJA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong memilih jalur berbeda dalam merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Tahun ini, tradisi open house di rumah kepala daerah resmi di tiadakan. Sebagai gantinya, jajaran pemerintah akan turun langsung ke tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar penghapusan agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya mendekatkan diri dengan warga. Usai Shalat Id di Masjid Agung Baitul Makmur, Sabtu, ia menyampaikan bahwa pemerintah ingin hadir lebih nyata di lapangan.
“Tidak ada open house tahun ini. Kami akan hadir langsung di desa dan kelurahan untuk melihat kondisi riil masyarakat serta mendengar harapan mereka,” ujar Hendri.
Langkah ini di ambil sebagai tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Bengkulu tertanggal 13 Maret 2026. Edaran tersebut di tujukan kepada seluruh kepala daerah di provinsi itu, dengan imbauan untuk tidak menggelar open house selama momentum Lebaran.
Pilih Silaturahmi Langsung ke Desa
Menurut Hendri, kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah ingin memastikan suasana Lebaran tetap kondusif sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menyebut, pendekatan langsung ke desa dan kelurahan membuka ruang dialog yang lebih jujur. Pemerintah bisa mendengar persoalan warga tanpa sekat protokoler, sekaligus mencari solusi secara lebih cepat dan tepat sasaran.
“Dengan turun langsung ke masyarakat, kami ingin silaturahmi terasa lebih nyata, sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan,” kata dia.
Pilihan ini juga mencerminkan perubahan pola kepemimpinan yang lebih responsif. Di banyak daerah, pendekatan seperti ini mulai diterapkan untuk mempercepat penanganan isu sosial, ekonomi, hingga pelayanan publik yang sering kali luput dari agenda formal.
Shalat Id Berlangsung Khidmat, Ribuan Jamaah Hadir
Di sisi lain, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Baitul Makmur tetap berlangsung khidmat. Ribuan masyarakat memadati area masjid sejak pagi hari, menciptakan suasana religius yang hangat.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran mereka memperlihatkan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam momentum hari besar keagamaan ini.
Bertindak sebagai imam adalah Samiri, imam utama masjid setempat. Sementara khutbah Idul Fitri di sampaikan oleh Dr KH M Sodikun, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Keputusan meniadakan open house justru memberi makna baru dalam perayaan Lebaran tahun ini. Interaksi tidak lagi terpusat di rumah dinas, melainkan menyebar langsung ke lingkungan masyarakat. Cara ini di nilai mampu memperluas jangkauan silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan warga.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pendekatan seperti ini bisa menjadi model baru dalam membangun kepercayaan publik. Lebaran bukan hanya soal tradisi, tetapi juga momentum mempererat hubungan yang lebih substansial.(Tim)









