KLIKINAJA – Seorang pelajar berusia 15 tahun bernama Abiem Briliant, warga Kabupaten Lebong, di laporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Hingga kini, keberadaan korban masih belum di ketahui.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026. Berdasarkan informasi yang di himpun, Abiem mendaki Bukit Kaba bersama sejumlah rekannya. Namun, saat rombongan bersiap turun dari kawasan puncak, korban di ketahui masih berada di area atas dan tidak segera menyusul.
Hingga sore hari, Abiem tak kunjung turun ke bawah. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan rekan-rekannya. Setelah di lakukan pencarian mandiri hingga malam hari tanpa hasil, pihak pengelola kawasan akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang.
Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Ibnu Sina Alfarabi, membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan serta tim terkait untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
“Benar, saat ini masih kami konfirmasikan dengan pihak Pokdarwis. Personel kami bersama Tim SAR sudah berada di pos pendakian. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, pada hari pertama operasi pencarian, tim SAR gabungan secara resmi menutup sementara jalur pendakian Bukit Kaba. Penutupan dilakukan guna memaksimalkan proses pencarian serta menghindari potensi risiko keselamatan bagi pendaki lainnya.
Koordinator SAR Rejang Lebong, Yudi Patria, menjelaskan bahwa penutupan jalur merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan kasus orang hilang di kawasan pegunungan.
“Hari ini jalur pendakian Bukit Kaba kami tutup sementara. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta Pokdarwis fokus melakukan penyisiran di jalur yang diduga dilalui korban,” kata Yudi, Senin (19/1/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil pendalaman awal, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 09.00 WIB saat mendaki bersama rombongan yang hendak menuju Bukit Gajah, salah satu titik favorit pendaki di kawasan Bukit Kaba.
“Sekitar pukul 09.00 WIB korban berpisah dari rombongan. Menurut saksi, korban sempat menunjukkan gelagat tidak seperti biasanya dan menyampaikan niat untuk kembali ke tenda,” jelasnya.
Namun hingga sore hari, saat rekan-rekannya kembali ke area perkemahan, Abiem tidak di temukan di dalam maupun sekitar tenda. Upaya pencarian mandiri sempat di lakukan, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya di laporkan ke pihak pengelola dan aparat setempat.
Saat ini, teman-teman korban masih berada di Pos Pokdarwis Bukit Kaba untuk di mintai keterangan lanjutan. Informasi tersebut di gunakan tim SAR untuk menyusun peta pencarian, menentukan radius penyisiran, serta memetakan titik-titik rawan yang berpotensi di lalui korban.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan metode darat (ground search), menyasar jalur pendakian utama, jalur tidak resmi, semak-semak, serta area berkontur curam di sekitar Bukit Kaba. Puluhan personel di kerahkan lengkap dengan peralatan navigasi, komunikasi, dan logistik lapangan.
Kondisi cuaca berkabut, suhu dingin, serta medan berbatu dan vegetasi rapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Hingga berita ini di turunkan, keberadaan Abiem Briliant masih belum di ketahui. Pihak SAR mengimbau masyarakat dan pendaki untuk mematuhi penutupan jalur pendakian serta tidak melakukan aktivitas di kawasan Bukit Kaba hingga operasi pencarian di nyatakan selesai.(Tim)









