Pemerintah Percepat Respons Banjir Besar di Aceh dan Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Kemenko PMK bersama BNPB dan jajaran kementerian/lembaga lain di Jakarta pada Kamis (27/11). Foto : Humas BNPB

Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Kemenko PMK bersama BNPB dan jajaran kementerian/lembaga lain di Jakarta pada Kamis (27/11). Foto : Humas BNPB

KLIKINAJA – Pemerintah Indonesia bergerak cepat menghadapi rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Situasi tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Kemenko PMK bersama BNPB dan jajaran kementerian/lembaga lain di Jakarta pada Kamis (27/11).

Dalam rapat itu, Menko PMK Pratikno menegaskan pesan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan diarahkan penuh pada keselamatan penduduk. Ia meminta pemerintah daerah mengoptimalkan sumber daya, termasuk menjamin pasokan makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Pratikno menjelaskan, intensitas hujan yang sangat tinggi dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Senyar. Fenomena tersebut memunculkan banjir luas, banjir bandang di sejumlah titik, hingga longsor yang merusak jaringan jalan dan memutus komunikasi di beberapa kawasan. Laporan sementara menyebutkan adanya warga meninggal dan kerugian infrastruktur, sementara pendataan detail masih terus dilakukan di lapangan.

Akses bantuan juga terkendala karena banyak jalur darat tak dapat dilalui. Pemerintah memutuskan untuk menambah pengiriman logistik melalui transportasi udara agar suplai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat dapat tiba lebih cepat.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Ringan-Lebat di Sejumlah Kota Senin Ini

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan Posko Darurat di Tarutung, Sumatra Utara, sebagai pusat koordinasi operasi. Upaya pencarian dan penyelamatan korban menjadi prioritas, disertai pemulihan sarana penting seperti jembatan, jaringan air bersih, serta fasilitas publik. Selain itu, BNPB bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengurangi potensi hujan ekstrem dalam waktu dekat.

Sejumlah deputi, tenaga ahli, hingga unsur pengarah BNPB telah ditempatkan di tiga provinsi terdampak agar koordinasi berjalan lebih efektif. Mereka bertugas memastikan penanganan di lapangan sesuai standar tanggap darurat nasional.

Dari sektor infrastruktur, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti melaporkan bahwa proses penilaian kerusakan belum tuntas karena hujan masih turun hampir tanpa jeda. Empat jembatan di Aceh dilaporkan putus, sementara lebih dari 20 titik longsor ditemukan di kawasan Sibolga dan Tapanuli Tengah. Sejumlah alat berat telah digerakkan untuk membuka jalur yang tertimbun material.

Dari bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan memastikan layanan medis tetap berjalan dengan dukungan tenaga tambahan. Koordinasi dengan dinas kesehatan daerah juga diperkuat terutama untuk memulihkan aktivitas pendidikan setelah kondisi memungkinkan.

Baca Juga :  Wonderful Indonesia Awards 2025 Tawarkan 10 Kategori Keren

Kemendagri mengingatkan pemerintah daerah untuk segera memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan melakukan pergeseran anggaran bila diperlukan agar proses penanganan tidak terhambat birokrasi.

Sementara itu, Basarnas menjalankan delapan operasi SAR secara paralel di wilayah terdampak. Prioritas mereka meliputi evakuasi warga yang masih terisolasi serta pencarian penduduk yang dilaporkan hilang.

BMKG menambahkan, meski Siklon Tropis Senyar telah melemah setelah bergerak dari Aceh Timur menuju Aceh Tamiang, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan masih memicu hujan lebat di Mandailing Natal dan sejumlah titik di Sumatra Barat. Kondisi cuaca diharapkan membaik secara bertahap.

Menutup rapat, Menko PMK memastikan seluruh wilayah terdampak telah menetapkan status darurat. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh sampai kondisi masyarakat kembali stabil.

Dengan status darurat yang telah diberlakukan, pemerintah menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, sekaligus memastikan kebutuhan warga terpenuhi hingga situasi benar-benar pulih.(Tim)

Berita Terkait

Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Berlaku 2026
Stok BBM Nasional Dipastikan Aman Meski Gejolak Timur Tengah
Menaker Ingatkan Perusahaan, THR 2026 Harus Dibayar Penuh
Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Ini Penjelasan KBRI
THR Lebaran PPPK Paruh Waktu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasannya
Juknis Pembayaran TPG Guru Madrasah 2026 Terbit, Ini Syarat dan Mekanisme Pencairannya
Kepala Daerah Diminta Awasi Dapur MBG, BGN Tegaskan Gunakan Bahan Pangan Lokal
BKN Tegaskan Jabatan ASN Harus Sejalan dengan Visi Daerah dan Asta Cita
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:00 WIB

Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Berlaku 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:00 WIB

Stok BBM Nasional Dipastikan Aman Meski Gejolak Timur Tengah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:00 WIB

Menaker Ingatkan Perusahaan, THR 2026 Harus Dibayar Penuh

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Ini Penjelasan KBRI

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:00 WIB

THR Lebaran PPPK Paruh Waktu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

Nasional

Stok BBM Nasional Dipastikan Aman Meski Gejolak Timur Tengah

Sabtu, 7 Mar 2026 - 20:00 WIB