Pemkab Kerinci Kesulitan Penuhi Lahan Sekolah Rakyat Sesuai Standar Pusat, Ini Kata Kadis Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Kerinci, Juanda Sasmita.

Kepala Dinas Sosial Kerinci, Juanda Sasmita.

KLIKINAJA, KERINCI – Upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk membuka akses pendidikan baru melalui program Sekolah Rakyat kembali menemui kendala. Hingga kini, lahan yang diajukan pemda belum mampu memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan pemerintah pusat. Padahal, fasilitas pendidikan tersebut dinilai penting untuk menjangkau warga di daerah yang selama ini kesulitan mengakses sekolah formal.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci, Juanda Sasmita, menjelaskan bahwa pemda sudah mengajukan usulan lahan sejak April 2025. Namun, dari hasil verifikasi internal, area yang tersedia hanya sekitar 3,5 hektare jauh di bawah ketentuan minimal 8 hektare yang dipersyaratkan pemerintah pusat.

Menurut Juanda, aturan tersebut tidak hanya mewajibkan ketersediaan lahan yang luas, tetapi juga kondisi fisik yang benar-benar siap untuk dibangun. Akses jalan menuju lokasi, jaringan listrik, pasokan air bersih, hingga kontur tanah yang harus datar menjadi bagian dari syarat yang tidak dapat diabaikan.

“Pemerintah pusat meminta lokasi yang sudah siap bangun. Infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air harus tersedia, dan tanahnya tidak boleh memiliki kemiringan yang ekstrem,” kata Juanda saat dimintai keterangan.

Baca Juga :  Hujan dan Angin Kencang Hancurkan Tenda Acara dan Atap Seng Banyak Lepas di Kerinci

Ia menuturkan bahwa ketentuan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kerinci. Secara geografis, sebagian besar wilayah kabupaten berada di kawasan perbukitan. Kondisi tersebut membuat lahan datar yang luas sangat terbatas sehingga pemda harus bekerja lebih keras mencari lokasi yang sesuai.

“Untuk daerah yang topografinya landai mungkin lebih mudah. Tapi di Kerinci, hampir semua wilayah memiliki kontur berbukit. Jadi mencari lahan datar dengan ukuran besar itu bukan pekerjaan sederhana,” ujarnya menambahkan.

Meski begitu, Juanda memastikan bahwa pemerintah daerah tidak menyerah. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota dan memiliki keterbatasan akses menuju sekolah yang sudah ada. Fasilitas ini juga dianggap mampu mendukung pemerataan layanan pendidikan, sejalan dengan program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah daerah kini tengah memetakan kembali kemungkinan lokasi alternatif. Kajian awal menunjukkan ada beberapa titik yang mungkin dikembangkan, meskipun membutuhkan proses pembebasan lahan dan penataan kontur yang lebih rumit.

Baca Juga :  Hasil Job Fit Pejabat Kerinci Segera Diumumkan Akhir 2025

Sebagai tindak lanjut, pemda berencana mengajukan ulang usulan penyediaan lahan pada tahun 2026. Harapannya, proposal baru tersebut dapat memenuhi seluruh standar pemerintah pusat sehingga proses pembangunan dapat segera dimulai.

“Kami optimistis tahun depan bisa mengusulkan lagi dengan kondisi yang lebih siap. Semoga pemerintah pusat menerima dan pembangunan Sekolah Rakyat bisa direalisasikan,” ujar Juanda.

Pembangunan Sekolah Rakyat sendiri diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat Kerinci. Jika program ini terealisasi, fasilitas pendidikan tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan akses belajar anak-anak di wilayah terpencil. Selain memperluas kesempatan pendidikan, sekolah ini juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah yang masih terjadi di beberapa desa.

Dengan berbagai tantangan yang ada, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mencari jalan keluar. Masyarakat pun berharap agar proyek ini benar-benar terwujud, mengingat manfaatnya sangat besar bagi generasi muda Kerinci.(Dea)

Berita Terkait

BMKG Kerinci Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor
Kapan SK PPPK Paruh Waktu Kerinci Dibagikan, Ini Penjelasan BKPSDM
Sertifikat Lahan RSU Tipe C Siulak dan Gedung DPRD Kerinci Resmi Diterbitkan
Mobil Masuk Jurang di Perbatasan Kerinci – Merangin, Dua Korban Hilang Dicari SAR
Irigasi Rusak Imbas Proyek Jalan Bandara, Warga Empat Desa Tanco Cari Kepastian Kapan Perbaikan
H. Anto Terpilih Pimpin FORKI Kerinci, KONI Dorong Pembinaan Atlet
Setelah Dandim Cup 2025, Derby Kerinci Hilir – Tengah Kembali Hadir di Final Bupati Cup 2025
Trio Retro Viral di Medsos Usai Meramaikan Pawai Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2025

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 18:00 WIB

BMKG Kerinci Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

Senin, 8 Desember 2025 - 13:00 WIB

Kapan SK PPPK Paruh Waktu Kerinci Dibagikan, Ini Penjelasan BKPSDM

Senin, 8 Desember 2025 - 10:00 WIB

Sertifikat Lahan RSU Tipe C Siulak dan Gedung DPRD Kerinci Resmi Diterbitkan

Senin, 8 Desember 2025 - 06:37 WIB

Mobil Masuk Jurang di Perbatasan Kerinci – Merangin, Dua Korban Hilang Dicari SAR

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:00 WIB

Irigasi Rusak Imbas Proyek Jalan Bandara, Warga Empat Desa Tanco Cari Kepastian Kapan Perbaikan

Berita Terbaru

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Yogi Purnomo menerima penghargaan dari Kejati Jambi.

Uncategorized

Kinerja Pidsus Kejari Sungai Penuh 2025 Jadi Terbaik di Jambi

Senin, 8 Des 2025 - 20:36 WIB

Cabai.

Uncategorized

Cara Menyimpan Cabai agar Awet 21 Hari, Anti Lembek dan Jamur

Senin, 8 Des 2025 - 20:13 WIB

Uncategorized

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Tanjung Pauh Hilir

Senin, 8 Des 2025 - 19:20 WIB