KLIKINAJA, KERINCI – Seorang pria berusia 30 tahun ditemukan tak bernyawa di Desa Mukai Mudik, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Kamis (27/11/2025). Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri di rumah keluarga, sehingga membuat warga sekitar gempar.
Insiden ini terungkap saat Hajir Fatimah, tante korban, tengah berbicara dengan sang keponakan, Agus, di area dapur rumah. Menurut penuturan Hajir, Agus terlihat tidak tenang sejak awal percakapan. Ia bahkan sempat menegur dan menasihati korban agar memperbanyak membaca istighfar untuk menenangkan diri.
Tidak lama setelah itu, Hajir beranjak ke ruang tamu untuk melaksanakan salat Ashar. Situasi masih normal ketika ia meninggalkan dapur. Namun, beberapa menit kemudian, suasana berubah drastis ketika Hajir kembali ke dapur dan mendapati keponakannya dalam kondisi kritis.
Ia melihat Agus sudah tergeletak bersimbah darah. Luka sayatan tampak jelas di pergelangan tangan kiri, sementara tubuhnya tidak lagi menunjukkan tanda kehidupan. Pemandangan itu membuat Hajir kaget dan berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan tersebut, seorang tetangga bernama Martias segera datang untuk memeriksa keadaan Agus. Setelah dicek, Martias memastikan bahwa korban sudah meninggal dunia. Kabar itu langsung menyebar dan mengundang warga setempat berdatangan ke lokasi.
Selain ditemukan dengan luka sayat, warga juga menyebutkan bahwa korban sempat terlihat dalam posisi tergantung. Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kondisi rinci di lokasi kejadian. Aparat diketahui sudah melakukan olah tempat kejadian untuk mengumpulkan keterangan awal terkait peristiwa tersebut.
Hingga kini, belum ada pihak yang dapat memastikan penyebab Agus nekat mengakhiri hidupnya. Keluarga pun mengaku tidak mengetahui masalah yang tengah dihadapi korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum memberikan pernyataan resmi kepada publik.
Sejumlah warga mengatakan, Agus dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup. Namun, tidak ada tanda-tanda mencolok yang menunjukkan ia sedang mengalami tekanan berat. Situasi inilah yang membuat kasus ini semakin menjadi pembicaraan di masyarakat.
Setelah pemeriksaan awal selesai, keluarga memutuskan membawa jenazah Agus ke Jambi pada malam hari untuk dimakamkan di sana. Proses pemulangan dilakukan setelah seluruh prosedur kepolisian dan administrasi keluarga diselesaikan.
Warga Desa Mukai Mudik turut membantu proses persiapan pemulangan jenazah. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga sejak kabar kematian Agus tersebar luas di lingkungan sekitar.(Dea)









