KLIKINAJA – Anggota DPR RI pemilihan Jambi, Edi Purwanto, turun langsung ke Desa Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, untuk meninjau pembangunan penahan tebing yang sebelumnya mengalami longsor. Kunjungan tersebut di lakukan saat agenda reses pada Rabu, 4 Maret 2026.
Peninjauan ini di lakukan untuk melihat secara langsung kondisi tebing yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Beberapa bagian tebing sebelumnya di laporkan rawan longsor, sehingga di khawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Sebagian titik yang berpotensi longsor di ketahui sudah di tangani oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi. Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang sebelumnya di ajukan oleh Edi Purwanto.
Meski demikian, pekerjaan yang di lakukan saat ini baru bersifat sementara. Penanganan lanjutan masih di perlukan agar struktur penahan tebing dapat memberikan perlindungan maksimal bagi kawasan tersebut.
“Penahan tebing yang sebelumnya mengalami longsor sebagian sudah di tangani sementara dan cukup kuat. Insya Allah desain teknis atau DED-nya sudah siap. Kita akan dorong lagi anggaran sekitar Rp18 miliar agar penanganan longsor sepanjang kurang lebih 350 meter di desa ini bisa di selesaikan secara tuntas,” ujarnya.
Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pusat
Edi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi menilai pembangunan infrastruktur seperti ini tidak bisa berjalan tanpa komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurutnya, koordinasi yang intens menjadi kunci agar berbagai program pembangunan yang di butuhkan masyarakat dapat masuk dalam prioritas anggaran nasional.
“Ini semua berkat komunikasi aktif dari Bupati Bungo dengan kami di pusat. Program seperti ini bisa berjalan karena kita bekerja bersama tanpa melihat latar belakang partai, yang terpenting adalah kepentingan masyarakat,” katanya.
Pembangunan penahan tebing ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi wilayah yang berada di sekitar aliran sungai atau kawasan rawan erosi. Infrastruktur tersebut juga penting untuk mencegah kerusakan lahan, jalan desa, hingga permukiman warga.
Usulan Pemkab Bungo ke Pemerintah Pusat
Sementara itu, Bupati Bungo, Dedi Putra, menjelaskan bahwa pembangunan penahan tebing tersebut sebelumnya telah di ajukan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut di ambil karena kemampuan anggaran daerah yang terbatas untuk menangani proyek infrastruktur berskala besar.
Ia menyebut kondisi tebing yang longsor membuat pemerintah daerah harus segera mencari solusi agar potensi bencana tidak semakin meluas.
“Karena ada longsor tebing di desa ini, kami mengusulkannya ke pemerintah pusat. APBD daerah tidak cukup untuk menangani pekerjaan sebesar ini. Alhamdulillah Pak Edi Purwanto saat reses bisa melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Dedi.
Pemerintah Kabupaten Bungo berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi. Dengan begitu, pembangunan penahan tebing di Desa Lubuk Landai dapat di selesaikan secara menyeluruh dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Di sejumlah wilayah di Jambi, kerusakan tebing sungai memang kerap menjadi perhatian karena berpotensi memicu longsor, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan. Tanpa penguatan struktur tebing, erosi dapat menggerus tanah secara perlahan dan mengancam permukiman maupun lahan produktif warga.
Karena itu, pembangunan infrastruktur pengendali seperti penahan tebing, tanggul, maupun penguatan bantaran sungai menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana sekaligus menjaga stabilitas lingkungan di kawasan yang rawan longsor.(Tim)









