KLIKINAJA – Gelombang pencurian kendaraan bermotor dalam beberapa bulan terakhir membuat warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di liputi keresahan. Keluhan demi keluhan bermunculan di media sosial, mayoritas berisi laporan kehilangan sepeda motor yang terjadi di sekitar lingkungan permukiman hingga rumah ibadah.
Salah satu peristiwa terbaru terjadi di Desa Koto Baru, Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci. Dua sepeda motor milik jamaah di laporkan hilang ketika pemiliknya sedang menunaikan salat tarawih di masjid setempat. Aksi tersebut di duga berlangsung cepat, memanfaatkan situasi saat jamaah tengah khusyuk beribadah.
Kejadian serupa juga di laporkan terjadi pada waktu Subuh, Magrib, dan Isya. Kendaraan yang di parkir tanpa pengaman tambahan menjadi sasaran empuk. Waktu ibadah yang relatif singkat namun minim pengawasan di duga di manfaatkan pelaku untuk beraksi.
Warga Minta Patroli Ditingkatkan
Andi (35), warga Kerinci, mengaku khawatir kondisi ini akan terus berulang jika tidak ada langkah tegas dari aparat. Ia berharap kepolisian meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam ibadah yang di nilai rawan.
“Kami ingin aparat lebih sering berpatroli saat waktu salat. Jangan sampai masyarakat merasa waswas ketika beribadah di masjid,” kata Andi.
Ia menegaskan, keberhasilan mengungkap kasus dan menangkap pelaku akan memberikan efek jera.
“Kalau pelaku cepat diamankan, tentu ini bisa menjadi peringatan keras bagi yang lain agar tidak mencoba melakukan hal serupa,” ujarnya.
Dorongan Pengamanan Lingkungan dan CCTV
Hal senada di sampaikan Rina (29), warga Sungai Penuh. Ia menilai keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga perlu partisipasi aktif masyarakat sekitar.
“Selain patroli, bisa juga di buat penjagaan bergilir atau memasang CCTV di sekitar masjid supaya ada pengawasan tambahan,” tutur Rina.
Menurutnya, langkah pencegahan harus di lakukan secara kolektif agar rasa aman benar-benar di rasakan jamaah.
Fenomena ini menunjukkan pola kejahatan yang memanfaatkan momen ketika masyarakat berkumpul di satu lokasi dan fokus beribadah.
Di sejumlah daerah lain, pembentukan ronda malam serta pemasangan kamera pengawas yang terintegrasi dengan perangkat desa terbukti membantu menekan angka pencurian kendaraan.
Warga Kerinci dan Sungai Penuh berharap aparat segera mengambil langkah konkret melalui patroli intensif dan respons cepat atas laporan kehilangan. Sinergi antara masyarakat dan penegak hukum dinilai menjadi kunci untuk memulihkan rasa aman di lingkungan tempat tinggal dan rumah ibadah.(Tim)









