Pemkab Kerinci Perkuat Langkah Kendalikan Inflasi Menjelang Nataru

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, hadir dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi yang digelar Bank Indonesia pada Senin, 24 November 2025

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, hadir dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi yang digelar Bank Indonesia pada Senin, 24 November 2025

KLIKINAJA, KERINCI – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci mulai memperketat langkah pengendalian inflasi. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, hadir dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi yang digelar Bank Indonesia pada Senin, 24 November 2025, untuk membahas potensi gejolak harga dan kesiapan pasokan pangan di wilayahnya.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi forum penting untuk memetakan dinamika kebutuhan pangan menjelang akhir tahun, saat konsumsi masyarakat umumnya melonjak. Dalam rapat itu, seluruh TPID kabupaten/kota di Provinsi Jambi menyampaikan kondisi terkini distribusi, ketersediaan komoditas strategis, hingga tantangan yang berpotensi menimbulkan tekanan harga.

Evaluasi Pasokan dan Distribusi Pangan

TPID Provinsi Jambi menguraikan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi stabilitas inflasi musiman. Salah satunya adalah distribusi pangan antarwilayah yang kerap tersendat akibat curah hujan tinggi dan peningkatan mobilitas masyarakat. Selain itu, pola belanja akhir tahun, terutama untuk produk pokok seperti beras, ayam, telur, dan sayuran, menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu kenaikan harga mendadak.

Baca Juga :  Program Dumisake Bantu 320 Pelajar di Kerinci Dapatkan Akses Pendidikan

Pemkab Kerinci menilai isu distribusi dan ketersediaan stok harus menjadi prioritas. Bupati Monadi menegaskan bahwa koordinasi lintas daerah akan diperkuat agar pergerakan logistik berjalan lancar, terutama pada komoditas yang banyak dipasok dari luar Kerinci.

“Kami ingin memastikan pasokan pangan tetap stabil sepanjang Desember. Koordinasi yang kuat menjadi kunci agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani,” ujar Monadi dalam forum tersebut.

Penguatan Pengawasan dan Mitigasi Tekanan Harga

Selain menyiapkan langkah antisipatif, pemkab juga memperluas pemantauan harga secara berkala di pasar-pasar tradisional. Pemantauan ini akan dipadukan dengan laporan harian dari perangkat daerah untuk memastikan kenaikan harga bisa diidentifikasi lebih cepat.

Dalam sesi diskusi, TPID Provinsi menekankan pentingnya langkah taktis seperti operasi pasar, optimalisasi cadangan pangan, dan kerja sama dengan pelaku distribusi. Langkah-langkah tersebut dinilai efektif meredam potensi lonjakan harga saat permintaan naik, terutama pada periode libur panjang.

Pemkab Kerinci berharap kebijakan yang disepakati pada tingkat provinsi segera diterjemahkan ke dalam aksi nyata di lapangan. Fokusnya adalah memastikan ketersediaan barang tetap terjaga, khususnya pada minggu-minggu mendekati Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :  Ternyata Penyelenggara JSFL Kerinci Dinas Pendidikan dan Dispora Kerinci

Mendorong Koordinasi TPID hingga Awal 2026

Dalam sambutan penutup, Bupati Monadi menegaskan bahwa Kerinci akan memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan dan arahan TPID. Ia menilai langkah bersama antarwilayah menjadi penentu keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak hanya selama momentum Nataru, tetapi juga hingga memasuki awal 2026.

“Kami siap melaksanakan tindak lanjut di daerah agar stabilitas harga pangan di Kerinci dan Provinsi Jambi tetap terjaga. Kerja kolektif ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Tantangan Tahunan yang Perlu Diantisipasi

Setiap akhir tahun, inflasi musiman memang menjadi tantangan konsisten bagi berbagai daerah di Indonesia. Kenaikan permintaan, cuaca ekstrem, dan pergerakan logistik sering kali memengaruhi harga pangan. Karena itu, langkah antisipatif yang dibahas dalam HLM TPID dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan suplai dan permintaan.

Dengan kesiapan yang terus diperkuat, Pemkab Kerinci berharap masyarakat dapat menjalani periode Nataru dengan tenang tanpa kekhawatiran kenaikan harga berlebihan.(Dea)

Berita Terkait

Tunggakan Naik Jadi Rp 3,5 Miliar, Perumda Tirta Sakti Desak Pelanggan Segera Bayar
Dampak Kerusakan Lingkungan: Kerinci dan Sungaipenuh Harus Belajar dari Tragedi Banjir Sumatera
BMKG Kerinci Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor
Kapan SK PPPK Paruh Waktu Kerinci Dibagikan, Ini Penjelasan BKPSDM
Sertifikat Lahan RSU Tipe C Siulak dan Gedung DPRD Kerinci Resmi Diterbitkan
Mobil Masuk Jurang di Perbatasan Kerinci – Merangin, Dua Korban Hilang Dicari SAR
Irigasi Rusak Imbas Proyek Jalan Bandara, Warga Empat Desa Tanco Cari Kepastian Kapan Perbaikan
H. Anto Terpilih Pimpin FORKI Kerinci, KONI Dorong Pembinaan Atlet

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:00 WIB

Tunggakan Naik Jadi Rp 3,5 Miliar, Perumda Tirta Sakti Desak Pelanggan Segera Bayar

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:00 WIB

Dampak Kerusakan Lingkungan: Kerinci dan Sungaipenuh Harus Belajar dari Tragedi Banjir Sumatera

Senin, 8 Desember 2025 - 18:00 WIB

BMKG Kerinci Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

Senin, 8 Desember 2025 - 13:00 WIB

Kapan SK PPPK Paruh Waktu Kerinci Dibagikan, Ini Penjelasan BKPSDM

Senin, 8 Desember 2025 - 10:00 WIB

Sertifikat Lahan RSU Tipe C Siulak dan Gedung DPRD Kerinci Resmi Diterbitkan

Berita Terbaru

Finansial

Empat Cara Mudah Klaim Saldo DANA Gratis 102 Ribu

Rabu, 10 Des 2025 - 08:30 WIB

Foto : Ilustrasi Makanan Pemicu Ginjal

Kesehatan

Daftar Makanan Pemicu Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Rabu, 10 Des 2025 - 07:00 WIB