KLIKINAJA – Peta persaingan mobil MPV premium di Indonesia mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2025. Dominasi Toyota Alphard yang bertahan bertahun-tahun kini mulai goyah, menyusul lonjakan penjualan pendatang baru asal China, Denza D9.
MPV listrik murni tersebut mencatat performa penjualan yang mencolok, bahkan berhasil melampaui Alphard dengan selisih cukup jauh. Data penjualan nasional pun mengonfirmasi perubahan arah selera konsumen kelas atas Tanah Air.
Denza D9 Unggul Telak di Data Gaikindo
Berdasarkan laporan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang 2025, Denza D9 membukukan distribusi sebanyak 7.474 unit ke jaringan dealer. Sementara dari sisi penjualan ritel, jumlah unit yang benar-benar sampai ke konsumen tercatat 7.324 unit.
Angka tersebut jauh meninggalkan Toyota Alphard. Dalam periode yang sama, total distribusi wholesales seluruh varian Alphard hanya mencapai 2.397 unit. Data penjualan ritel Alphard tidak di rinci secara spesifik, karena Gaikindo mengelompokkannya dalam total penjualan merek Toyota.
Berbeda dengan Denza yang saat ini hanya memasarkan satu model, yakni D9, sehingga data ritel dapat teridentifikasi secara jelas. Dengan perbandingan tersebut, penjualan Denza D9 tercatat hampir tiga kali lipat di bandingkan Alphard.
Beda Konsep, Beda Arah
Meski berada di kelas yang sama, pendekatan kedua MPV ini sangat kontras. Toyota Alphard masih setia mengandalkan mesin bensin dan teknologi hybrid. Sebaliknya, Denza D9 sepenuhnya mengusung konsep kendaraan listrik berbasis baterai.
Alphard Hybrid di bekali mesin A25A-FXS yang menghasilkan tenaga 140 kW dengan torsi 239 Nm, di padukan motor listrik bertenaga 184 kW dan torsi 270 Nm. Kombinasi sistem hybrid tersebut menghasilkan output total hingga 250 PS, di salurkan melalui transmisi CVT.
Sementara Denza D9 mengandalkan baterai BYD Blade berteknologi LFP berkapasitas 103 kWh. Energi tersebut disalurkan ke motor listrik jenis Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga 230 kW dan torsi 360 Nm. Klaim pabrikan, jarak tempuh D9 bisa mencapai 600 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.
Harga Lebih Rendah, Pajak Hampir Nol
Daya tarik Denza D9 tak berhenti di teknologi dan performa. Faktor harga juga menjadi pembeda utama. MPV listrik ini di tawarkan dengan banderol sekitar Rp 950 juta, jauh di bawah Alphard yang di pasarkan mulai Rp 1,6 miliar untuk varian bensin dan sekitar Rp 1,7 miliar untuk versi hybrid.
Perbedaan semakin mencolok saat berbicara biaya kepemilikan tahunan. Pajak kendaraan Alphard bisa menembus Rp 20 jutaan per tahun. Sebaliknya, Denza D9 sebagai mobil listrik mendapat insentif penuh, sehingga pemilik hanya perlu membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu per tahun.
Dengan kombinasi harga kompetitif, teknologi listrik, serta biaya operasional yang jauh lebih ringan, Denza D9 tampaknya sukses mengubah lanskap MPV premium di Indonesia dan memaksa pemain lama seperti Alphard menghadapi tantangan baru.(Tim)









