Penyaluran KUR UMKM Tembus Rp 238 Triliun hingga November

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM Maman Abdurrahman manghadiri konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (17/12025). Foto: Widya Islamiati

Menteri UMKM Maman Abdurrahman manghadiri konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (17/12025). Foto: Widya Islamiati

KLIKINAJA, JAKARTA – Pemerintah mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM telah mencapai Rp 238 triliun hingga pertengahan November 2025. Capaian tersebut disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11).

Realisasi ini setara 83 persen dari target nasional yang dipatok sebesar Rp 286 triliun untuk tahun berjalan. Pemerintah menilai tren penyaluran yang terus meningkat menunjukkan kebutuhan pembiayaan UMKM masih sangat besar di seluruh sektor.

Dorongan Penyaluran ke Sektor Produksi

Maman menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah memberi amanat baru agar penyaluran KUR lebih difokuskan pada sektor produksi. Untuk pertama kalinya sejak program KUR diluncurkan, target tersebut berhasil terlampaui.

“Dari total plafon Rp 286 triliun, sebanyak 60 persen diarahkan untuk sektor produksi. Realisasinya mencapai 60,7 persen atau sekitar Rp 144,9 triliun,” ujarnya.

Ia menilai pencapaian tersebut penting untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Pasalnya, pembiayaan yang masuk ke sektor produktif diyakini memiliki dampak berganda terhadap pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan daya saing UMKM.

Baca Juga :  Bungo Resmi Luncurkan Program Keluarga Unggul, 30 UMKM dan Guru Ngaji Dapat Dukungan

Akses Debitur Baru Hampir Capai Target

Selain penyaluran dana, pemerintah juga memantau akses masyarakat terhadap fasilitas KUR. Hingga November 2025, jumlah debitur baru disebut telah mencapai 96 persen dari target 2,34 juta pelaku usaha.

Artinya, sekitar 2,25 juta pelaku usaha baru telah memperoleh pembiayaan KUR sepanjang tahun ini. Pemerintah menilai tingginya permintaan pembiayaan menunjukkan minat masyarakat untuk memulai usaha atau mengembangkan usahanya terus tumbuh.

Graduasi Debitur Lampaui Target Nasional

Kinerja graduasi debitur—yakni pelaku usaha yang naik kelas dari super mikro ke mikro, mikro ke kecil, hingga kecil ke menengah—juga mencatat hasil positif. Maman mengungkapkan bahwa realisasinya menembus 112 persen atau sekitar 1,3 juta debitur.

Ia menyebut capaian tersebut membuktikan bahwa program KUR bukan hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha secara nyata. Graduasi ini sekaligus menjadi indikator bahwa usaha yang dibiayai mampu naik kelas dan lebih mandiri.

Baca Juga :  Wako Alfin Ajak UMKM Sungai Penuh Melek Keuangan Lewat Rakornas TPAKD 2025

Dampak terhadap Serapan Tenaga Kerja

Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah memperkirakan KUR berpotensi menyerap tenaga kerja antara 7,7 juta hingga 11,6 juta orang di sektor UMKM. Namun Maman mengakui sebagian besar pekerja UMKM masih berada dalam sektor informal.

Menurutnya, transformasi dari informal ke formal masih menjadi pekerjaan besar ke depan. “Kami mendapat amanah untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha beralih ke sektor formal. Itu akan menjadi fokus program kami selanjutnya,” kata Maman.

Dengan realisasi penyaluran yang terus meningkat, pemerintah optimistis target KUR tahun 2025 dapat tercapai. Pemerintah juga memastikan pengawasan tetap diperkuat agar pembiayaan benar-benar berdampak pada pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan sektor produksi nasional.(Tim)

Berita Terkait

THR Lebaran PPPK Paruh Waktu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasannya
Juknis Pembayaran TPG Guru Madrasah 2026 Terbit, Ini Syarat dan Mekanisme Pencairannya
Kepala Daerah Diminta Awasi Dapur MBG, BGN Tegaskan Gunakan Bahan Pangan Lokal
BKN Tegaskan Jabatan ASN Harus Sejalan dengan Visi Daerah dan Asta Cita
Potensi Perbedaan Idul Fitri 2026, Muhammadiyah Telah Tetapkan Lebaran
Kepala BGN Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah Menu MBG ke Media Sosial
OTT KPK Tangkap Fadia Arafiq, Golkar Jateng Tunggu Hasil Pemeriksaan
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:00 WIB

THR Lebaran PPPK Paruh Waktu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasannya

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:00 WIB

Juknis Pembayaran TPG Guru Madrasah 2026 Terbit, Ini Syarat dan Mekanisme Pencairannya

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:00 WIB

Kepala Daerah Diminta Awasi Dapur MBG, BGN Tegaskan Gunakan Bahan Pangan Lokal

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:00 WIB

BKN Tegaskan Jabatan ASN Harus Sejalan dengan Visi Daerah dan Asta Cita

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:00 WIB

Potensi Perbedaan Idul Fitri 2026, Muhammadiyah Telah Tetapkan Lebaran

Berita Terbaru

Daerah

Al Haris Pastikan Dana Nasabah Bank Jambi Diganti

Sabtu, 7 Mar 2026 - 15:00 WIB