BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca panas

Ilustrasi cuaca panas

KLIKINAJA.COMDalam beberapa hari terakhir warga Jakarta dan wilayah sekitarnya merasakan suhu udara yang lebih menyengat di banding biasanya. Kondisi tersebut memicu banyak keluhan masyarakat, terutama saat beraktivitas di siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan mengenai fenomena cuaca tersebut. Menurut lembaga tersebut, peningkatan suhu yang terjadi saat ini masih berkaitan dengan perubahan pola cuaca menjelang musim kemarau.

Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG, Dr. Andri Ramdhani, menyebutkan suhu yang terasa lebih panas di pengaruhi beberapa faktor meteorologis yang terjadi secara bersamaan.

Tutupan Awan Berkurang, Radiasi Matahari Lebih Maksimal

Andri menjelaskan salah satu faktor utama meningkatnya suhu di Jakarta adalah berkurangnya tutupan awan di langit. Ketika awan menipis, radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak penghalang.

Menurutnya, kondisi atmosfer seperti ini membuat energi panas dari matahari terserap lebih besar oleh permukaan tanah, bangunan, dan jalanan.

Ia menggambarkan bahwa ketika langit siang hari terlihat lebih cerah, proses pemanasan permukaan juga menjadi lebih kuat. Hal tersebut yang membuat suhu udara terasa lebih tinggi di banding hari-hari sebelumnya.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Lebat Awal Ramadan, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Pergerakan Angin Lemah Saat Masa Pancaroba

BMKG juga mencatat kecepatan angin di wilayah Jakarta relatif lemah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat sirkulasi udara tidak berjalan optimal sehingga panas yang sudah terakumulasi di permukaan tidak mudah terurai.

Fenomena seperti ini cukup umum terjadi ketika Indonesia memasuki masa peralihan musim atau pancaroba. Pada periode tersebut, cuaca sering berubah-ubah, namun siang hari cenderung lebih cerah.

Situasi inilah yang menyebabkan panas matahari terasa lebih intens, terutama di kawasan perkotaan yang padat aktivitas.

Efek Pulau Panas Perkotaan Perkuat Suhu Jakarta

Selain faktor cuaca, suhu panas di Jakarta juga di perkuat oleh fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan. Fenomena ini terjadi ketika kawasan kota menyerap dan menyimpan panas lebih lama di banding wilayah dengan banyak vegetasi.

Baca Juga :  Jangan Tertipu! Ini 6 Cara Gampang Beda Emas Asli dan Kuningan

Bangunan beton, jalan beraspal, serta minimnya ruang terbuka hijau membuat panas terperangkap di lingkungan perkotaan. Akibatnya, suhu di kota besar seperti Jakarta cenderung lebih tinggi dibanding daerah sekitarnya.

BMKG memperkirakan kondisi panas pada siang hari masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan, terutama jika tutupan awan tetap minim.

Wilayah Jakarta dan sekitarnya juga di prakirakan mulai memasuki awal musim kemarau pada April hingga Mei 2026. Dengan semakin seringnya langit cerah pada siang hari, suhu udara berpotensi terasa lebih panas di bandingkan saat musim hujan.

Cuaca panas yang berlangsung cukup lama dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga penurunan daya tahan tubuh bisa meningkat jika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas berat saat matahari berada di puncaknya, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya ketika berada di luar ruangan.(Tim)

Berita Terkait

Bolehkah Kurma Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Membersihkannya dengan Benar
Fitur Keamanan Baru Meta di WhatsApp, Facebook, dan Messenger Tangkal Penipuan
7 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Orang Sukses
BPJS Kesehatan Aktif Berapa Hari Setelah Daftar? Ini Penjelasan Resminya
Google Bisa Rekam Aktivitas Pengguna 24 Jam, Begini Cara Kerjanya
Cara Pindah BPJS Mandiri ke BPJS Gratis (PBI) 2026, Ini Syarat dan Prosedurnya
6 Cara Cek KIS Aktif atau Tidak Secara Online dan Offline
Investor Asing Serbu Pasar Saham Indonesia, Net Buy Rp3,44 Triliun Saat IHSG Melemah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:00 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:00 WIB

Fitur Keamanan Baru Meta di WhatsApp, Facebook, dan Messenger Tangkal Penipuan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:35 WIB

7 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Orang Sukses

Senin, 9 Maret 2026 - 20:17 WIB

BPJS Kesehatan Aktif Berapa Hari Setelah Daftar? Ini Penjelasan Resminya

Senin, 9 Maret 2026 - 12:00 WIB

Google Bisa Rekam Aktivitas Pengguna 24 Jam, Begini Cara Kerjanya

Berita Terbaru