PETI Tewaskan Delapan Orang, DPRD Jambi Desak Penertiban Total

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menelan korban jiwa di Provinsi Jambi. Longsor tambang emas terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada Senin (19/1) yang lalu.

Insiden tersebut menyebabkan delapan penambang meninggal dunia, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan medis.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja akibat praktik tambang ilegal yang masih marak di wilayah pedalaman Jambi. Lokasi tambang yang runtuh diketahui menggunakan metode penggalian lubang sempit dengan kedalaman tertentu, tanpa standar keselamatan memadai. Risiko tinggi inilah yang kerap berujung pada tragedi.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menilai kejadian tersebut sebagai peringatan keras bagi semua pihak. Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak lagi setengah hati dalam menertibkan PETI yang terus beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

“Permasalahan ini sudah berulang kali menimbulkan korban jiwa. Kami berharap pemerintah setempat lebih giat melakukan penertiban dan pengawasan bersama aparat penegak hukum agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Hafiz.

Baca Juga :  Wagub Jambi Lantik 49 Pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan warga. Dampaknya meluas, mulai dari kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, hingga potensi konflik sosial akibat perebutan lahan dan sumber daya.

“Kita ingin pengelolaan sumber daya alam dilakukan sesuai aturan yang berlaku, termasuk penerapan standar keselamatan kerja. Apa pun bentuknya, keselamatan manusia tidak boleh di korbankan,” katanya.

Nada keprihatinan juga di sampaikan Gubernur Jambi, Al Haris, yang menyoroti metode penambangan lubang jarum sebagai praktik paling berbahaya dalam aktivitas PETI. Ia menyebut sistem tersebut memiliki tingkat risiko tinggi karena struktur tanah yang labil dan minim pengamanan.

“Pemerintah sudah melarang cara-cara seperti itu. Masyarakat sebenarnya masih bisa mencari emas secara tradisional dengan mendulang di sungai. Hasilnya pun cukup. Namun karena mengejar pendapatan lebih besar, mereka memilih sistem penggalian, dan di situlah sumber persoalannya,” ujar Al Haris.

Ia menegaskan bahwa faktor ekonomi memang menjadi alasan utama warga terlibat PETI. Namun, risiko yang di timbulkan jauh lebih besar, baik bagi penambang maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Jalani Pemeriksaan Interim LKPD 2025 oleh BPK Jambi

“Kegiatan ini memang menjanjikan hasil cepat, tetapi bahayanya nyata dan dampaknya panjang. Tambang emas ilegal merusak alam dan mengancam nyawa. Aktivitas seperti ini harus di hentikan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, terus memantau proses penanganan pascakejadian di Sarolangun. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang terlibat langsung dalam pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian.

“Kami terus memonitor dan berterima kasih kepada kepolisian yang bekerja di lapangan. Harapannya, penanganan ini tidak berhenti pada evakuasi saja, tetapi di lanjutkan dengan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut,” ucapnya.

Maraknya PETI di Jambi selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa pendekatan penindakan saja belum cukup. Pengamat lingkungan menilai perlu solusi jangka panjang, mulai dari pembukaan lapangan kerja alternatif, legalisasi tambang rakyat dengan pengawasan ketat, hingga edukasi keselamatan kerja. Tanpa langkah menyeluruh, tragedi serupa di khawatirkan akan terus berulang.(

Berita Terkait

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis
Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB