Prabowo Percepat Penanganan Bencana Lewat Sidang Kabinet

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat penanganan bencana di berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat penanganan bencana di berbagai daerah.

KLIKINAJA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat penanganan bencana di berbagai daerah. Pemerintah pusat menegaskan langkah cepat melalui pembangunan hunian, pengucuran dana, hingga pengerahan besar-besaran personel dan logistik.

Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa negara harus hadir secara nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sembari memulai proses pemulihan jangka pendek dan menengah.

Salah satu langkah awal yang di tekankan adalah pembangunan hunian bagi korban bencana. Pemerintah mulai membangun hunian sementara dan hunian tetap agar warga tidak terlalu lama berada di pengungsian. Mulai pekan ini, pembangunan sekitar 2.000 unit rumah telah berjalan di sejumlah wilayah terdampak.

Dari sisi pembiayaan, Presiden memastikan seluruh kebutuhan penanganan bencana telah di topang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain anggaran pemulihan, pemerintah pusat juga mengirimkan dana operasional tambahan secara langsung ke daerah untuk memastikan penanganan darurat dapat di lakukan tanpa hambatan administratif.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Buka Rekrutmen PPPK 2026, Ini Penjelasan BKN

Presiden menjelaskan, setiap gubernur di wilayah terdampak menerima dana operasional taktis sebesar Rp20 miliar. Sementara itu, 52 kabupaten dan kota yang terdampak bencana masing-masing mendapatkan alokasi Rp4 miliar.

“Dana tersebut di kirim langsung oleh pemerintah pusat dan telah di terima daerah hanya dalam waktu tiga hari setelah instruksi di berikan,” kata Presiden Prabowo.

Langkah cepat juga dilakukan melalui pengerahan sarana pendukung di lapangan. Pemerintah telah mengirim sekitar 1.000 unit alat berat yang terdiri dari truk, ekskavator, serta tangki air bersih. Pengiriman ini terus di perkuat dengan tambahan truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portabel untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di lokasi bencana.

Akses transportasi yang sempat terputus akibat bencana turut menjadi perhatian. Pemerintah menargetkan pembangunan 50 jembatan bailey di wilayah terdampak. Hingga saat ini, tujuh jembatan darurat telah selesai di bangun dan sudah dapat di gunakan untuk mendukung mobilitas warga serta distribusi logistik.

Baca Juga :  Intip Pajak Yamaha NMAX 2026, Segini Dana yang Harus Disiapkan

Dalam upaya mempercepat penanganan dan menjaga stabilitas di lapangan, pemerintah juga menurunkan kekuatan personel gabungan. Sebanyak 50 ribu anggota TNI dan Polri di kerahkan untuk membantu proses evakuasi, pendistribusian bantuan, serta pengamanan di wilayah terdampak.

Untuk daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah mengandalkan distribusi logistik udara. Sebanyak 50 helikopter bersama sejumlah pesawat angkut di kerahkan guna memastikan bantuan kemanusiaan dapat sampai tepat waktu ke lokasi-lokasi terpencil.

Presiden Prabowo menilai, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat di lapangan menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana berskala besar. Ia menegaskan bahwa respons cepat dan terkoordinasi akan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.

Pengerahan sumber daya secara masif ini, menurut Presiden, mencerminkan kesiapan Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri dalam menghadapi bencana. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga terdampak mendapat perlindungan, bantuan, dan kepastian pemulihan secepat mungkin.(Tim)

Berita Terkait

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis
Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal
Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik, Sidang Isbat Tentukan Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Larang Siswa SD–SMA Gunakan Chatbot AI untuk Belajar
Persiapan CPNS 2026 Dimulai, Ini Jadwal Perkiraan, Syarat, dan Cara Daftar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:00 WIB

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:00 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:00 WIB

Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB