DPRD Sungai Penuh Soroti Pungli dan Premanisme di Pasar Bajure

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Isu premanisme dan pungutan liar kembali mencuat di lingkungan pasar tradisional. Kali ini, perhatian tertuju pada aktivitas di Pasar Tanjung Bajure, Sungai Penuh. Wakil Ketua DPRD Sungai Penuh, Hardizal, menegaskan perlunya tindakan nyata untuk menghentikan praktik yang di nilai merugikan pedagang tersebut.

Sorotan itu muncul dalam rapat dengar pendapat yang mempertemukan pedagang dengan sejumlah instansi terkait. Forum yang digelar pada Jumat (27/3/2026) tersebut membahas rencana relokasi lapak untuk komoditas seperti ikan, sayur, dan ayam.

Dalam kesempatan itu, Hardizal menyampaikan dukungan terhadap langkah penataan pasar yang sedang di jalankan pemerintah kota. Ia menilai, pembenahan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi pasar yang lebih tertata dan nyaman.

“Kita mendukung penuh upaya pemerintah kota dalam menata Pasar Tanjung Bajure agar lebih baik,” ujarnya.

Namun dukungan tersebut di barengi dengan peringatan tegas. Ia meminta agar praktik pungli tidak lagi di biarkan berkembang. Pedagang pun didorong untuk berani melapor jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.

Baca Juga :  Posko Pengaduan THR Jambi Dibuka, Pekerja Bisa Laporkan Perusahaan Nakal

“Kalau ada pungli, segera laporkan ke pihak kepolisian. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sungai Penuh, Indra Apdi Saputra, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses relokasi agar berjalan transparan dan sesuai aturan. Ia menyoroti pentingnya pendataan pedagang secara akurat serta komunikasi terbuka agar kebijakan tidak menimbulkan polemik.

“Hearing ini menjadi ruang untuk menyerap langsung aspirasi pedagang. Kita ingin solusi yang di hasilkan benar-benar mengakomodasi semua pihak,” ujarnya.

Kekhawatiran Pedagang Soal Relokasi

Di balik rencana penataan, sejumlah pedagang menyuarakan kegelisahan. Mereka menginginkan kepastian mengenai lokasi baru, fasilitas pendukung, hingga jaminan usaha tetap berjalan setelah relokasi di lakukan.

Perubahan tempat berdagang di nilai berpotensi memengaruhi jumlah pembeli. Tidak sedikit pedagang yang khawatir pendapatan mereka menurun jika lokasi baru kurang strategis.

Harapan pun di sampaikan agar pemerintah tidak hanya fokus pada penataan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekonomi para pelaku usaha kecil di pasar tersebut.

Baca Juga :  90 Ribu Peserta PBI BPJS Kesehatan Jambi Dinonaktifka, Ini Alasan dan Cara Reaktivasi

Upaya Penataan dan Tantangan di Lapangan

Hingga saat ini, proses relokasi di Pasar Tanjung Bajure disebut masih berjalan tertib. Meski demikian, dinamika di lapangan tetap menjadi perhatian, terutama terkait dugaan praktik “mafia lapak” yang kerap muncul dalam pengelolaan pasar tradisional.

Fenomena ini bukan hal baru di berbagai daerah. Minimnya pengawasan dan sistem distribusi lapak yang tidak transparan sering kali membuka celah bagi oknum tertentu untuk mengambil keuntungan. Kondisi tersebut pada akhirnya membebani pedagang kecil yang seharusnya mendapat perlindungan.

Penataan pasar sejatinya bukan hanya soal merapikan tata letak, tetapi juga memperbaiki sistem pengelolaan secara menyeluruh. Transparansi, pengawasan rutin, serta pelibatan pedagang dalam proses pengambilan keputusan menjadi kunci agar kebijakan berjalan efektif.

Jika langkah-langkah ini di terapkan secara konsisten, Pasar Tanjung Bajure berpeluang berkembang menjadi pusat perdagangan yang lebih modern tanpa menghilangkan peran ekonomi masyarakat lokal. Pemerintah pun di harapkan mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan terhadap pedagang.(Tim)

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Minta ASN Jambi Tingkatkan Kinerja Usai Lebaran
Lapas Jambi Over Kapasitas, Pemindahan Napi Dijadwalkan April 2026
Maulana Pastikan Keuangan Pemkot Jambi Stabil di Tengah Isu Anggaran
Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Muaro Jambi Tembus 9 Ribu Orang
Harga Cabai di Tanjabtim Anjlok, Kini Hanya Rp25 Ribu per Kg
Lonjakan Arus Mudik Kuala Tungkal Tembus 22 Ribu Penumpang
Sungai Batang Merao Meluap Usai Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman Terendam Banjir
BREAKING NEWS!! Perahu Wisata Karam di Danau Kerinci, Penumpang Dievakuasi Warga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 17:00 WIB

Gubernur Al Haris Minta ASN Jambi Tingkatkan Kinerja Usai Lebaran

Senin, 30 Maret 2026 - 15:10 WIB

DPRD Sungai Penuh Soroti Pungli dan Premanisme di Pasar Bajure

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

Lapas Jambi Over Kapasitas, Pemindahan Napi Dijadwalkan April 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 10:00 WIB

Maulana Pastikan Keuangan Pemkot Jambi Stabil di Tengah Isu Anggaran

Senin, 30 Maret 2026 - 09:00 WIB

Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Muaro Jambi Tembus 9 Ribu Orang

Berita Terbaru