KLIKINAJA – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, meninjau langsung pembangunan gudang sekaligus gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Sungai Penuh, Senin (2/4). Dari laporan yang di terima di lapangan, progres fisik bangunan telah mencapai 82 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Peninjauan di lakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan teknis serta spesifikasi yang telah di tetapkan sejak awal. Azhar menyusuri setiap bagian bangunan, memeriksa detail konstruksi, dan berdialog dengan pelaksana proyek.
Ia menegaskan bahwa kualitas tidak boleh di kompromikan, terutama pada tahap finishing. Menurutnya, fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin gudang dan gerai ini benar-benar siap pakai, bukan hanya selesai secara administratif,” kata Azhar di sela peninjauan.
Azhar juga mengingatkan agar kontraktor menjaga standar mutu agar bangunan memiliki daya tahan jangka panjang. Dengan progres yang telah menembus 80 persen, pemerintah daerah menargetkan proyek ini segera rampung dan bisa di manfaatkan dalam waktu dekat.
“Kualitas pekerjaan harus di jaga sampai tahap akhir, supaya manfaatnya bisa di rasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bagian dari Program Nasional Koperasi Merah Putih
Pembangunan gudang/gerai ini merupakan bagian dari Program Koperasi Merah Putih yang di gagas Presiden RI, Prabowo Subianto. Program tersebut di rancang untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan dengan menjadikan koperasi sebagai simpul distribusi dan pusat layanan usaha.
Melalui skema ini, koperasi didorong menjadi motor ekonomi kerakyatan. Rantai distribusi yang selama ini panjang dan kerap membebani masyarakat di harapkan bisa di pangkas, sehingga harga kebutuhan pokok lebih terkendali dan pelaku usaha kecil memperoleh ruang tumbuh yang lebih luas.
Di tingkat nasional, setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mendapat akses pembiayaan hingga Rp3 miliar melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dukungan modal tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur, memperluas jaringan distribusi, dan meningkatkan kapasitas usaha koperasi.
Azhar menilai, kehadiran KMP di Sungai Penuh akan menjadi simpul penting dalam menggerakkan perekonomian lokal. Gudang ini nantinya berfungsi sebagai pusat distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus etalase produk UMKM setempat.
“Kita berharap KMP menjadi ruang bersama bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang dan meningkatkan daya saing,” tuturnya.
Secara lebih luas, program ini juga di harapkan berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan serta menjaga stabilitas harga pangan di daerah. Ketika distribusi lebih efisien dan akses modal terbuka, pelaku usaha lokal memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat ekonomi keluarga mereka.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 82 persen, Pemerintah Kota Sungai Penuh optimistis fasilitas tersebut segera beroperasi dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi berbasis koperasi di daerah.(Tim)









