KLIKINAJA, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi mulai menata kawasan Pasar Talang Banjar dengan melakukan pengamanan lalu lintas dan penertiban pedagang, sambil menyiapkan proposal revitalisasi pasar tersebut ke Kementerian Perdagangan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memulai langkah awal pembenahan Pasar Talang Banjar, salah satu sentra perdagangan yang menampung ribuan aktivitas warga setiap harinya. Penataan ini dilakukan karena kondisi pasar dinilai semakin padat dan tidak lagi mendukung kenyamanan pengunjung maupun pedagang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan bahwa hasil evaluasi internal menunjukkan perlunya pengamanan kawasan demi menjaga kelancaran arus kendaraan. Menurutnya, kemacetan di sekitar pasar terjadi hampir setiap hari, salah satunya akibat aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih berjualan di badan jalan.
Ia menegaskan bahwa PKL tidak akan dihapus, namun diarahkan ke tempat yang telah disediakan pemerintah agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat. “Pengamanan ini murni untuk memastikan warga bisa melintas tanpa terjebak macet. PKL juga akan kita tempatkan secara lebih tertib,” ungkap Nella dalam keterangan resminya.
Kondisi pasar dinilai tak lagi memadai
Pasar Talang Banjar sudah lama menjadi salah satu titik keramaian di Kota Jambi. Namun, menurut Nella, fasilitas pasar kini tidak cukup menampung jumlah pedagang yang terus bertambah. Area parkir yang sempit membuat kendaraan harus berebut ruang, menimbulkan kepadatan pada jam sibuk.
“Dari sisi keselamatan dan kapasitas, pasar ini sudah tidak cocok lagi untuk beban aktivitas yang ada sekarang. Karena itu kami memilih melakukan penataan jangka pendek sambil memikirkan solusi yang lebih besar,” ujarnya.
Usulan revitalisasi total ke Kementerian Perdagangan
Sebagai rencana jangka panjang, Pemkot Jambi tengah menyiapkan proposal resmi untuk diajukan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Proposal tersebut berisi permohonan bantuan revitalisasi total pasar, mulai dari perbaikan bangunan, fasilitas pendukung, hingga penataan ruang pedagang.
Nella menyebutkan bahwa revitalisasi menyeluruh lebih efektif dibanding perbaikan kecil yang sifatnya tambal-sulam. “Biayanya cukup besar dan tidak bisa hanya mengandalkan APBD Kota Jambi. Dengan revitalisasi total, pedagang bisa kembali menempati lokasi yang nyaman dan rapi,” katanya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat penting mengingat banyaknya elemen pembangunan yang harus dikerjakan, seperti pelebaran area sirkulasi, desain kios modern, hingga sistem drainase yang lebih baik.
Pembangunan pedestrian terus berlanjut hingga 2026
Selain penataan PKL, Pemkot Jambi juga tengah menyelesaikan pembangunan jalur pedestrian di kawasan sekitar pasar. Proyek ini merupakan bagian dari program penataan kawasan Talang Banjar secara terpadu, yang ditargetkan rampung bertahap hingga tahun 2026.
“Pembangunan pedestrian masih berjalan dan akan berlanjut tahun depan. Kami ingin menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman, tidak hanya bagi pedagang tetapi juga masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut,” jelas Nella.
Harapan untuk kawasan perdagangan yang lebih tertib
Dengan adanya penataan awal dan rencana revitalisasi jangka panjang, Pemkot Jambi berharap kawasan Talang Banjar dapat berubah menjadi pusat perdagangan yang lebih modern dan tertib. Pemerintah juga mengajak masyarakat mendukung langkah ini dengan mengikuti arahan petugas selama proses penataan berlangsung.
Upaya pembenahan Talang Banjar merupakan langkah strategis untuk mengatasi kepadatan dan meningkatkan kualitas fasilitas pasar. Melalui pengamanan kawasan, penataan PKL, pembangunan pedestrian, hingga pengajuan revitalisasi ke Kemendag, Pemkot Jambi menargetkan kawasan ini dapat menjadi ruang perdagangan yang lebih layak dan ramah bagi seluruh pengguna.(Tim)









