RSUD Ahmad Ripin Ungkap 120 Korban Keracunan MBG Sekernan Dirawat Intensif

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Lonjakan pasien mendadak terjadi di RSUD Ahmad Ripin Sengeti pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Ratusan warga sekolah dari wilayah Kecamatan Sekernan berdatangan dengan kondisi lemas, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak rumah sakit menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus dugaan keracunan massal tersebut. Dalam waktu singkat, ruang perawatan terisi penuh oleh siswa, guru, hingga balita yang ikut terdampak.

Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, membeberkan skala kejadian yang cukup besar sejak malam pertama korban masuk rumah sakit.

“Data sementara yang kami terima sekitar 120 orang, terdiri dari anak-anak, guru, dan balita. Semuanya sudah mendapatkan perawatan,” ujar Agus Subekti.

Baca Juga :  Mantan Dirut dan Pejabat BNI Dituntut Berbeda Dalam Kasus Korupsi PT PAL

Menurutnya, tim medis langsung bekerja dalam sistem siaga penuh untuk memastikan seluruh pasien tertangani tanpa penundaan. Mayoritas korban mengalami gangguan pencernaan dengan tingkat dehidrasi ringan hingga sedang.

Dari total tersebut, dua pasien harus di rujuk ke RSUD Raden Mattaher karena membutuhkan fasilitas medis lanjutan. Sementara 106 pasien lainnya menjalani perawatan inap di RSUD Ahmad Ripin Sengeti, dan 12 orang di perbolehkan pulang setelah kondisinya stabil melalui rawat jalan.

Agus menegaskan bahwa rumah sakit masih mampu mengendalikan situasi meski menerima pasien dalam jumlah besar secara bersamaan.

“Ketersediaan ruang perawatan dan obat-obatan masih aman. Tenaga medis juga siaga penuh,” tambahnya.

Di tengah fokus perawatan, pihak rumah sakit turut berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk membantu proses penelusuran penyebab keracunan. Sampel makanan MBG yang di konsumsi para siswa telah di kumpulkan untuk pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  Seleksi Kepala Sekolah di Jambi Mandek, DPRD Minta Pemerintah Transparan

Kasus ini terjadi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dan langsung memicu perhatian luas masyarakat. Program MBG yang selama ini bertujuan memperbaiki gizi anak sekolah kini di pertanyakan dari sisi keamanan pangan.

Sejumlah orang tua siswa mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi anak mereka, sekaligus meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum program kembali di jalankan.

Hingga Sabtu pagi, sebagian besar pasien di laporkan berangsur membaik. Namun tim medis tetap melakukan observasi ketat untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi lanjutan.(Tim)

Berita Terkait

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing
Harga Sembako Jambi Terjaga, Polisi Intensif Awasi Pasar Jelang Ramadan 2026
Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026
Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi
Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Operasi Keselamatan Siginjai 2026 Dimulai, Polda Jambi Bidik 9 Pelanggaran Lalu Lintas
Pemkab Merangin Salurkan 1.700 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis
Harga Kelapa Anjlok di Tanjabtim, Cuaca Ekstrem Tekan Panen Petani
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:00 WIB

Pria 45 Tahun di Kerinci Terseret Arus Sungai Pulau Lebar Saat Memancing

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:00 WIB

Harga Sembako Jambi Terjaga, Polisi Intensif Awasi Pasar Jelang Ramadan 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ratusan Kepala SMA-SMK Jambi Jalani Tes Kejiwaan Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bupati Kerinci Hadiri Rakornas 2026 di Sentul

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:00 WIB

Operasi Keselamatan Siginjai 2026 Dimulai, Polda Jambi Bidik 9 Pelanggaran Lalu Lintas

Berita Terbaru