KLIKINAJA – Rumah Sakit Umum Daerah Prof dr Khotib Quzwein Kabupaten Sarolangun memasuki babak baru pelayanan kesehatan pada 2026. Rumah sakit milik pemerintah daerah itu di persiapkan menjadi garda depan penanganan penyakit tidak menular melalui layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi atau KJSU.
Program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang di canangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kementerian Kesehatan RI, yang menargetkan pemerataan layanan kesehatan spesialistik hingga ke wilayah kabupaten.
Direktur RSUD Sarolangun dr Bambang Hermanto, M.Kes, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun kemitraan strategis dengan RSUD Raden Mattaher Kota Jambi. Kerja sama ini berfokus pada pendampingan tenaga medis agar standar layanan spesialis dapat di terapkan secara optimal di Sarolangun.
“Kami sudah menandatangani nota kesepahaman dengan RS Raden Mattaher untuk pengampuan dokter spesialis. Ini langkah penting agar layanan KJSU bisa berjalan optimal di Sarolangun,” ujarnya belum lama ini.
Seiring penguatan sumber daya manusia, RSUD Sarolangun juga telah menyiapkan sarana fisik pendukung. Sejumlah gedung baru di bangun khusus untuk layanan KJSU sebagai bagian dari implementasi program strategis kesehatan nasional.
Peran Pemerintah Kabupaten Sarolangun turut menjadi kunci dalam percepatan layanan ini. Di bawah kepemimpinan Bupati H Hurmin dan Wakil Bupati Gerry Trisatwika, anggaran daerah di gelontorkan untuk membangun fasilitas medis berteknologi tinggi.
“Bangunan fasilitas sudah rampung sejak 2025. Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang serius mendukung layanan ini,” kata Bambang.
Fasilitas yang di siapkan mencakup ruang CT Scan, Cath Lab untuk tindakan jantung, layanan mamografi bagi deteksi kanker payudara, hingga unit haemodialisa bagi pasien gagal ginjal. Seluruh infrastruktur ini di rancang untuk memangkas kebutuhan rujukan ke luar daerah.
Tak hanya bangunan, peralatan medis utama juga segera melengkapi fasilitas tersebut. Kementerian Kesehatan RI memberikan dukungan melalui hibah alat kesehatan modern yang saat ini tengah dalam proses pengiriman.
“Peralatan dari Kemenkes segera tiba. Begitu terpasang, layanan KJSU bisa langsung di fungsikan untuk masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi tenaga medis, manajemen RSUD Sarolangun memastikan kesiapan sumber daya manusia tidak menjadi kendala. Dokter umum maupun spesialis di nilai cukup untuk menopang operasional layanan, di tambah sistem pendampingan dari rumah sakit rujukan provinsi.
Hadirnya layanan KJSU dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang kini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Penyakit jantung, kanker, stroke, serta gangguan ginjal kronis membutuhkan penanganan cepat dengan fasilitas memadai yang selama ini terkonsentrasi di kota besar.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap, RSUD Sarolangun di harapkan mampu menjadi pusat rujukan regional di wilayah barat Provinsi Jambi. Masyarakat pun tidak lagi terbebani biaya dan waktu perjalanan jauh demi mendapatkan layanan medis spesialis.
“Tujuan akhirnya adalah memperluas akses layanan medis berkualitas tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah,” tutupnya.(Tim)









