KLIKINAJA.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi menyiapkan 112 rumah ibadah ramah pemudik untuk melayani masyarakat selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Fasilitas ini dapat di manfaatkan oleh para pelintas jalan yang membutuhkan tempat beristirahat sekaligus menunaikan ibadah di tengah perjalanan menuju kampung halaman.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Mahbub Daryanto menjelaskan, rumah ibadah tersebut terdiri dari 111 masjid dan satu gereja yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Menurutnya, program ini kembali di hadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh saat musim mudik Lebaran.
“Pada tahun ini kami kembali menyiapkan rumah ibadah ramah pemudik. Totalnya ada 111 masjid dan satu gereja yang bisa di manfaatkan pemudik sebagai tempat singgah, beribadah, sekaligus beristirahat,” ujar Mahbub di Telanaipura, Kota Jambi.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Agama yang mulai di jalankan sejak 2025. Saat itu fasilitas serupa juga di gunakan pada arus mudik Idul Fitri, kemudian di lanjutkan saat libur Natal dan Tahun Baru.
Keberadaan rumah ibadah ramah pemudik di harapkan membantu masyarakat yang menempuh perjalanan jauh agar tetap bisa beribadah dengan nyaman tanpa harus mencari tempat singgah yang sulit di temukan di jalur mudik.
Sebaran Rumah Ibadah Ramah Pemudik di Jambi
Berdasarkan data sementara Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, rumah ibadah ramah pemudik tersebar di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.
Sebarannya meliputi Batang Hari sembilan masjid, Bungo 19 masjid, Kerinci 15 masjid, Kota Jambi sembilan masjid, Merangin delapan masjid, Muaro Jambi 14 masjid, Sarolangun tujuh masjid, Kota Sungai Penuh enam masjid, Tanjung Jabung Barat delapan masjid, Tanjung Jabung Timur delapan masjid, dan Tebo delapan masjid.
Satu rumah ibadah non-muslim yang turut di siapkan adalah Gereja Katolik Stasi Santo Lukas.
Fasilitas ini di pilih karena lokasinya berada di jalur yang kerap di lalui pemudik, sehingga memudahkan masyarakat untuk berhenti sejenak melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Fasilitas Istirahat dan Layanan Pemudik
Rumah ibadah yang tergabung dalam program ini di lengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi para pelintas.
Beberapa di antaranya seperti akses terbuka selama 24 jam, area parkir yang aman, toilet bersih, tempat wudu dan mandi, serta ruang istirahat sementara bagi pemudik.
Di sejumlah titik, pengurus rumah ibadah juga menyiapkan takjil gratis bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Tidak hanya itu, tersedia pula fasilitas pengisian daya telepon seluler yang sangat di butuhkan pemudik untuk tetap terhubung dengan keluarga selama perjalanan.
Mahbub berharap masyarakat yang melintas di wilayah Jambi dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai tempat singgah sementara.
“Pemudik yang melintas di Provinsi Jambi kami persilakan memanfaatkan rumah ibadah ramah pemudik ini agar perjalanan tetap aman dan ibadah bisa di jalankan dengan tenang,” kata Mahbub.
Keberadaan fasilitas tersebut juga di nilai dapat membantu mengurangi risiko kelelahan di jalan. Dengan beristirahat sejenak di tempat yang aman dan nyaman, pengendara dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih segar.
Program rumah ibadah ramah pemudik sendiri menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan sosial keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pada momentum perjalanan besar seperti mudik Lebaran.(Tim)









