Rupiah Terlemah di Asia, Baht Thailand Paling Perkasa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pergerakan nilai tukar di kawasan Asia kembali menjadi sorotan. Rupiah tercatat berada di posisi paling lemah di banding mata uang utama Asia pada awal pekan ini, ketika dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan penguatan di pasar global. Kondisi tersebut membuat mata uang Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangga yang relatif lebih stabil.

Data perdagangan menunjukkan rupiah bergerak melemah saat mayoritas mata uang Asia hanya mengalami fluktuasi terbatas. Di tengah situasi itu, baht Thailand justru melaju ke zona penguatan dan menempati posisi teratas di kawasan.

Tekanan terhadap rupiah tidak muncul secara tiba-tiba. Ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang berpotensi bertahan lebih lama membuat investor global cenderung menempatkan dananya ke aset berdenominasi dolar AS. Arus modal ke negara berkembang pun belum sepenuhnya pulih, termasuk ke Indonesia.

Analis pasar uang melihat rupiah belum mendapatkan dukungan kuat dari aliran dana asing, terutama di pasar obligasi. Situasi ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas meski fundamental ekonomi domestik relatif terjaga.

Baca Juga :  Viral Bocah SD Usulkan MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Saat Ramadan, Begini Penjelasan Resmi BGN

Baht Thailand Unggul Didukung Pariwisata dan Modal Asing

Berbanding terbalik dengan rupiah, baht Thailand justru tampil dominan dan memimpin penguatan mata uang Asia. Mata uang Negeri Gajah Putih itu mendapatkan sentimen positif dari meningkatnya arus wisatawan serta masuknya modal asing ke sektor keuangan dan riil.

Stabilitas kebijakan moneter Thailand juga memberi rasa aman bagi investor. Bank sentral setempat di nilai berhasil menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi, sehingga baht mampu bertahan bahkan menguat di tengah ketidakpastian global.

Penguatan baht menjadi sinyal bahwa pasar masih selektif. Negara dengan arus devisa kuat, terutama dari sektor pariwisata dan ekspor jasa, cenderung lebih tahan menghadapi tekanan dolar AS.

Langkah Bank Indonesia dan Arah Rupiah ke Depan

Di dalam negeri, Bank Indonesia terus mengawasi pergerakan rupiah dan menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar. Otoritas moneter mengandalkan bauran kebijakan, mulai dari intervensi di pasar valuta asing hingga pengelolaan likuiditas perbankan.

Baca Juga :  Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat Asia, Warga Selandia Baru Ramai-Ramai Hengkang

Sejumlah ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Langkah tersebut di nilai sebagai upaya menjaga daya tarik aset domestik tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi.

Tekanan yang di alami rupiah juga mencerminkan dinamika regional. Banyak mata uang Asia masih berada dalam bayang-bayang dominasi dolar AS, namun pelemahan rupiah terlihat lebih dalam di banding beberapa negara lain. Kondisi ini membuat rupiah berada di posisi terbawah dalam daftar kinerja mata uang Asia.

Ke depan, arah rupiah sangat bergantung pada perkembangan kebijakan moneter global serta kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Jika tekanan eksternal mulai mereda dan arus modal asing kembali masuk, peluang penguatan tetap terbuka. Meski begitu, dalam jangka pendek, pasar masih akan di warnai pergerakan yang fluktuatif.(Tim)

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba
Bolehkah Kurma Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Membersihkannya dengan Benar
Fitur Keamanan Baru Meta di WhatsApp, Facebook, dan Messenger Tangkal Penipuan
7 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Orang Sukses
BPJS Kesehatan Aktif Berapa Hari Setelah Daftar? Ini Penjelasan Resminya
Google Bisa Rekam Aktivitas Pengguna 24 Jam, Begini Cara Kerjanya
Cara Pindah BPJS Mandiri ke BPJS Gratis (PBI) 2026, Ini Syarat dan Prosedurnya
6 Cara Cek KIS Aktif atau Tidak Secara Online dan Offline
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:00 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:00 WIB

Bolehkah Kurma Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Membersihkannya dengan Benar

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:00 WIB

Fitur Keamanan Baru Meta di WhatsApp, Facebook, dan Messenger Tangkal Penipuan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:35 WIB

7 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Orang Sukses

Senin, 9 Maret 2026 - 20:17 WIB

BPJS Kesehatan Aktif Berapa Hari Setelah Daftar? Ini Penjelasan Resminya

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:00 WIB

Olahraga

PSG Hajar Nice 4-0, Kembali Puncaki Klasemen Ligue 1

Minggu, 22 Mar 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi buah

Islami

6 Buah dalam Al-Qur’an dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Minggu, 22 Mar 2026 - 13:00 WIB