Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Warga Muhammadiyah di Kota Sungai Penuh melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Baiturrahman pada Jumat (20/03/2026). Sejak pagi, ribuan jamaah dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sudah berdatangan, memenuhi area masjid hingga ke pelataran.

Suasana ibadah berlangsung tenang dan tertib. Jamaah mengikuti rangkaian salat dengan penuh kekhusyukan, menandai momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan antusiasme sekaligus kekompakan warga Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Tetap Berpegang pada Keputusan Pusat

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sungai Penuh, Yudesman, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan penetapan Idulfitri sesuai keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keputusan tersebut menjadi pedoman yang diyakini oleh seluruh anggota.

Baca Juga :  Sawah Luluih di Situjuah Batua, Sinkhole Menganga dan Warga Diminta Menjauh

“Kami meyakini keputusan pimpinan dan para ulama di pusat, sehingga itu yang kami jalankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap hasil ijtihad organisasi menjadi bagian dari komitmen dalam menjaga kesatuan langkah di internal Muhammadiyah.

Mengedepankan Toleransi di Tengah Perbedaan

Di tengah adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di masyarakat, Yudesman mengajak semua pihak untuk tetap menjaga sikap saling menghormati. Menurutnya, perbedaan bukanlah hal baru dan harus di sikapi dengan kepala dingin.

“Yang terpenting adalah tetap berlapang dada dan menghargai pihak lain yang memiliki pandangan berbeda,” tambahnya.

Nilai toleransi ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial, terutama di tengah masyarakat yang beragam. Momentum Idulfitri tidak hanya di maknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang mempererat hubungan antarsesama.

Baca Juga :  Ini Identitas, Pria yang Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Sawah Desa Sembilan Tanah Kampung

Dalam konteks yang lebih luas, perbedaan penentuan awal Syawal di Indonesia sering kali terjadi karena metode yang di gunakan, seperti hisab dan rukyat. Muhammadiyah sendiri menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang telah menjadi dasar penetapan kalender hijriah mereka selama ini.

Kondisi ini justru mencerminkan dinamika keberagaman dalam praktik keagamaan di Indonesia. Selama masyarakat mampu menjaga sikap saling menghargai, perbedaan tersebut tidak akan menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan dalam merawat persatuan.(Tim)

Berita Terkait

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan
Persiapan Sholat Idul Fitri 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan
Jalur Mudik Kerinci-Sungai Penuh Rawan Longsor, BPJN Siagakan Alat Berat
Kecelakaan Libatkan Tiga Kendaraan di Sungai Penuh, Lima Orang Alami Luka Ringan
Dishub Sungai Penuh Buka Call Center Mudik Lebaran 2026
TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:08 WIB

Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:00 WIB

Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:00 WIB

Persiapan Sholat Idul Fitri 1447 H di Sungai Penuh Dimatangkan

Berita Terbaru

Daerah

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Mar 2026 - 11:00 WIB