KLIKINAJA, JAMBI – Program Sekolah Rakyat mulai bergerak nyata di Provinsi Jambi. Memasuki 2025, proyek pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut telah masuk tahap awal pembangunan di dua wilayah yang telah di tetapkan pemerintah pusat.
Dua lokasi yang di pilih berada di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Program ini menjadi bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin ekstrem, terutama keluarga pada desil terbawah.
Pembangunan Dua Lokasi Masuk Tahap Awal, Target Operasi Juni 2026
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah kota telah berjalan sesuai rencana. Kontrak pekerjaan dengan Kementerian PUPR rampung pada akhir November 2025, sementara saat ini aktivitas di lapangan di fokuskan pada pembersihan lahan dan penyesuaian tapak bangunan.
Ia menjelaskan, proses pembangunan di targetkan selesai dalam waktu enam bulan. Penjadwalan tersebut di sesuaikan dengan agenda penerimaan peserta didik baru yang direncanakan berlangsung pertengahan tahun.
Jika tidak ada kendala berarti, sekolah sudah bisa di fungsikan pada Juni 2026 bersamaan dengan di mulainya rekrutmen siswa secara penuh.
Rekrutmen Siswa Lebih Dulu Jalan, Konsep Asrama Jadi Pembeda
Menariknya, proses seleksi siswa tidak menunggu bangunan selesai. Pemerintah Kota Jambi telah lebih dulu menjaring 100 anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini, mereka menjalani pendidikan sementara di Alyatama Jambi sebagai bagian dari tahap transisi.
Sekolah Rakyat di rancang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Setiap jenjang akan memiliki tiga rombongan belajar dengan sistem pendidikan berasrama. Model ini di pilih agar pembinaan akademik dan karakter berjalan beriringan, sekaligus memastikan siswa mendapat pendampingan penuh dalam keseharian.
Wali Kota Jambi Maulana menilai Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi strategi jangka panjang memutus mata rantai kemiskinan. Menurutnya, satu anak yang berhasil meningkatkan taraf hidup akan membawa dampak langsung bagi keluarga di belakangnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Jambi juga menyiapkan perlengkapan sekolah secara lengkap. Sepatu dan delapan jenis seragam di sediakan agar seluruh siswa memiliki standar yang sama, sekaligus menanamkan disiplin dan rasa percaya diri sejak dini.
Kendaraan Dinas Listrik, Pemkot Jambi Hitung Efisiensi Anggaran
Di luar sektor pendidikan, Pemkot Jambi juga mengkaji langkah transisi kendaraan dinas berbahan bakar fosil ke mobil listrik. Maulana menyebut kajian di lakukan secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan skema sewa maupun opsi lain yang paling menguntungkan secara anggaran.
Langkah ini di arahkan untuk menekan biaya BBM dan perawatan kendaraan. Armada lama yang di nilai tidak lagi efisien berpeluang di lelang sebagai sumber pendapatan daerah.
Kota Jambi sendiri telah lebih dulu mengoperasikan tiga bus listrik dan tiga angkot listrik feeder. Hingga awal Januari 2026, layanan tersebut masih di gratiskan sambil menunggu evaluasi respons masyarakat sebelum penguatan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.(Tim)









