KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok sektor peternakan menjelang dan selama Ramadhan 1447 Hijriah dalam kondisi relatif terkendali.
Meski ada sejumlah komoditas yang masih defisit, pemerintah daerah telah menyiapkan skema antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga Idul Fitri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal, menjelaskan bahwa secara umum stok daging masih mencukupi untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama bulan puasa.
Ia menyebutkan, cadangan daging yang tersedia saat ini di proyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan. Penambahan pasokan kemungkinan di lakukan saat mendekati Hari Raya Idul Fitri guna mengantisipasi peningkatan permintaan.
“Untuk kebutuhan Ramadhan ini, persediaan daging secara umum relatif cukup. Mudah-mudahan tetap terpenuhi sampai akhir bulan puasa. Menjelang Idul Fitri kemungkinan akan ada tambahan pasokan,” ujarnya di Muara Bulian, Kamis.
Daging Sapi dan Kerbau Masih Kurang
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan, stok daging sapi dan kerbau di Batang Hari saat ini berada di angka sekitar 18,3 ton. Sementara estimasi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan mencapai 19,97 ton.
Artinya, terdapat selisih kekurangan yang perlu di tutup melalui distribusi tambahan atau penguatan suplai dari luar daerah. Kondisi ini menjadi perhatian karena konsumsi daging sapi dan kerbau cenderung meningkat, terutama menjelang Idul Fitri.
Berbeda dengan daging sapi dan kerbau, stok daging ayam justru mengalami surplus. Persediaan tercatat sekitar 29,1 ton, sedangkan kebutuhan di perkirakan hanya 23,4 ton. Kelebihan ini di nilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga di pasaran.
Pemkab Batang Hari juga menyiapkan langkah pengendalian distribusi jika terjadi lonjakan permintaan. Salah satunya dengan meminta perusahaan peternakan agar lebih memprioritaskan kebutuhan lokal.
“Nantinya kami akan meminta perusahaan agar lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat Batang Hari dan tidak menjual ayam ke luar daerah jika terjadi kekurangan,” tegas Afrizal.
Pasokan Telur Didatangkan dari Luar Daerah
Untuk komoditas telur, tantangan yang di hadapi lebih besar. Stok yang tersedia saat ini sekitar 12.000 butir, sedangkan kebutuhan masyarakat di perkirakan mencapai 29.990 butir selama Ramadhan.
Kesenjangan ini akan di tutup dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah. Langkah tersebut di ambil untuk menjaga ketersediaan di pasar sekaligus menghindari lonjakan harga akibat tingginya permintaan.
Pemerintah daerah juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di sektor peternakan, khususnya ayam petelur. Dukungan teknis dan pembinaan disebut siap di berikan guna memperkuat produksi lokal.
“Kami siap membantu dan mendukung masyarakat yang ingin berusaha di bidang peternakan, terutama peternakan telur,” katanya.
Pengembangan kawasan peternakan ayam telah di lakukan di sejumlah wilayah, seperti Rambutan Masam dan Maro Sebo Ulu. Upaya ini di arahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah agar tidak terlalu bergantung pada suplai dari luar.
Secara tren, konsumsi protein hewani di Batang Hari meningkat setiap Ramadhan, terutama pada pekan kedua hingga menjelang Lebaran. Kondisi ini sejalan dengan pola belanja masyarakat yang cenderung lebih tinggi untuk kebutuhan berbuka dan persiapan hari raya. Karena itu, akurasi data stok dan distribusi menjadi kunci menjaga stabilitas harga.
Dengan kombinasi stok lokal, suplai tambahan, serta pengendalian distribusi, Pemkab Batang Hari optimistis kebutuhan daging dan telur masyarakat dapat terpenuhi selama Ramadhan 1447 Hijriah tanpa gangguan berarti.(Tim)









