KLIKINAJA – Suasana dini hari di Polsek Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, mendadak berubah tegang setelah tiga tahanan di ketahui melarikan diri dari sel pada Minggu (25/1/2026). Aksi kabur itu di duga terjadi melalui pintu depan kantor polisi saat petugas jaga tertidur.
Kejadian tersebut langsung di tindaklanjuti Polres Muaro Jambi dengan membentuk tim khusus untuk memburu para tahanan sekaligus mengusut kelalaian pengamanan.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan menjelaskan, aparat bergerak cepat begitu laporan di terima. Upaya pelacakan lintas wilayah pun membuahkan hasil.
“Kami langsung membentuk tim. Saat ini dua orang tahanan sudah berhasil diamankan di wilayah Sumatera Selatan,” ujar AKBP Heri Supriawan, Selasa (27/1/2026) kemarin.
Dari catatan penjagaan, situasi masih terpantau normal saat pemeriksaan sekitar pukul 03.00 WIB. Para tahanan masih berada di dalam sel. Namun dua jam berselang, kondisi berubah drastis.
Ketika petugas kembali melakukan pengecekan sekitar pukul 05.00 WIB, ketiganya sudah tidak berada di dalam jeruji besi. Dugaan kuat mengarah pada pemanfaatan kelengahan petugas yang tengah tertidur.
Penyisiran yang di lakukan polisi akhirnya mengarah ke Palembang, Sumatera Selatan. Di kota tersebut, dua dari tiga tahanan berhasil di bekuk.
Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku hendak melanjutkan pelarian menuju wilayah Kuningan, Jawa Barat.
“Saat ini dua tahanan telah kami amankan dan di titipkan di Polres Muaro Jambi. Satu orang lainnya masih dalam pengejaran,” jelas Kapolres.
Perburuan terhadap satu tahanan yang masih buron terus diperluas. Polres Muaro Jambi menggandeng jajaran kepolisian di sejumlah daerah yang di perkirakan menjadi jalur pelarian.
Di sisi lain, insiden ini memicu evaluasi serius terhadap sistem pengamanan di lingkungan Polsek Maro Sebo. Kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelalaian.
“Kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika di temukan pelanggaran prosedur atau kelalaian, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” tegas AKBP Heri Supriawan.
Kapolsek Maro Sebo turut membenarkan kronologi kaburnya para tahanan. Ia mengakui mereka memanfaatkan pintu depan kantor polisi untuk meloloskan diri.
“Iya benar, mereka kabur lewat pintu depan dan petugas jaga sedang tertidur. Kejadiannya di jam-jam rawan,” ungkap Kapolsek.
Saat ini, anggota yang bertugas saat kejadian tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Muaro Jambi guna menentukan sanksi disiplin maupun kode etik.
“Kami menunggu hasil penyelidikan Propam terkait tindakan terhadap petugas yang berjaga saat itu,” tutupnya.
Peristiwa kaburnya tahanan ini kembali menjadi sorotan soal standar pengamanan rumah tahanan kepolisian di daerah. Pengawasan dini hari kerap menjadi titik rawan karena minim aktivitas dan kelelahan petugas.
Pengamat keamanan menilai, insiden semacam ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem pergantian jaga, pemasangan pengaman tambahan, hingga pengawasan berbasis teknologi.
Jika tidak di benahi, risiko kaburnya tahanan berpotensi terulang dan membahayakan keamanan masyarakat.(Tim)









