Tambahan 20 Truk Sampah Ber-GPS, Kota Jambi Targetkan Sistem Bersih Total

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pemerintah Kota Kota Jambi bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan sampah. Mulai 1 April 2026, sebanyak 20 unit truk pengangkut sampah baru akan memperkuat armada kebersihan kota. Seluruh kendaraan itu dibekali teknologi Global Positioning System (GPS) agar pergerakan bisa dipantau langsung dan tidak keluar dari jalur tugas.

Wali Kota Maulana menuturkan, sistem digital tersebut di rancang untuk menjaga kedisiplinan operasional armada.

“Semua termonitor. Peruntukannya jelas: mengangkut sampah. Jumlahnya sekitar 20 truk baru,” ujarnya.

Truk-truk ini nantinya mengangkut sampah dari depo serta titik kumpul warga menuju TPA Sanitary Landfill Talang Gulo, sekaligus melayani hasil pengumpulan dari jaringan berbasis masyarakat.

Armada Modern Jadi Tulang Punggung Pengangkutan

Penguatan armada ini bukan sekadar menambah jumlah kendaraan, melainkan membangun sistem angkut yang terkontrol. Dengan GPS aktif sepanjang waktu, pemerintah kota dapat memastikan rute berjalan efisien, bahan bakar terukur, serta pelayanan lebih merata ke seluruh wilayah.

Kebijakan ini juga menjawab persoalan armada lama yang mulai menua dan sering mengalami gangguan teknis. Pemkot ingin memastikan sampah tidak lagi menumpuk karena keterbatasan kendaraan operasional.

Baca Juga :  Pameran Atom Moskow Tampilkan Teknologi Nuklir Modern

Program Kampung Bahagia Dorong Peran Warga

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi menggerakkan Program Kampung Bahagia sebagai penguat sistem dari tingkat lingkungan. Setiap RT diarahkan memiliki bentor atau gerobak motor untuk pengangkutan sampah rumah tangga yang dikelola melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Kecamatan Pelayangan menjadi pionir penerapan penuh sistem ini. Petugas kini berkeliling dari rumah ke rumah, sehingga warga tak lagi membuang sampah di pinggir jalan atau lahan kosong.

Maulana menggambarkan perubahan pola tersebut sebagai fondasi kota bersih jangka panjang.

“Pendekatannya dari hulu ke hilir—dari sumber sampah di rumah hingga ke TPA. Ini memang soal perubahan perilaku, tapi target kita jelas: kota bersih, tanpa tumpukan sampah di pinggir jalan,” tegasnya.

Program OPBM akan di perluas ke seluruh kecamatan dengan target pengelolaan yang menyatu antara warga dan pemerintah.

352 Bentor Disiapkan, Skema Sewa Truk Dinilai Efektif

Berdasarkan pemetaan teknis, total 352 unit gerobak motor OPBM dibutuhkan untuk melayani seluruh wilayah Kota Jambi. Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah dengan kebutuhan terbesar sebanyak 63 unit, disusul Paal Merah 58 unit dan Kota Baru 53 unit. Wilayah lain seperti Jambi Timur, Jelutung, hingga Pasar Jambi disesuaikan dengan kepadatan penduduk dan volume sampah harian.

Baca Juga :  Konflik Zona Merah Aset Pertamina di Jambi, Ini Kata Wako Maulana

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, menjelaskan bahwa 20 truk baru akan dikelola melalui kerja sama swasta dengan sistem sewa yang dibiayai APBD.

“Dengan pola ini, pemerintah tidak terbebani biaya perawatan armada. Lebih hemat dan operasional tetap optimal,” katanya.

Pemkot juga telah mengajukan bantuan tambahan 23 unit truk sampah ke pemerintah pusat sebagai pengganti armada lama yang sudah tidak layak pakai. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi sistem persampahan Kota Jambi menuju layanan yang modern, disiplin, dan berkelanjutan.

Upaya dari sisi armada, partisipasi warga, hingga skema pembiayaan menunjukkan arah kebijakan yang lebih terstruktur. Pemerintah kota menargetkan tak ada lagi TPS liar, tumpukan sampah di tepi jalan, serta lingkungan kumuh akibat pengangkutan yang terlambat.(Tim)

Berita Terkait

OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar
Sambut HPN 2026, Polda Jambi Tegaskan Media Mitra Strategis Polri
Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot
Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot
PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan
Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi
Cuaca Ekstrem Dorong Risiko DBD, Kota Jambi Tingkatkan Kewaspadaan
Rutan Sungai Penuh Overkapasitas, Dihuni 218 Warga Binaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 09:00 WIB

OPBM Resmi Diterapkan di Kota Jambi, Kecamatan Pelayangan Tutup Total TPS Liar

Senin, 9 Februari 2026 - 07:13 WIB

Sambut HPN 2026, Polda Jambi Tegaskan Media Mitra Strategis Polri

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

Kasus DBD di Kerinci Naik, Lingkungan dan Mobilitas Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:08 WIB

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

PRC Satpol PP Batang Hari Intensif Awasi Geng Motor Jelang Ramadan

Berita Terbaru