KLIKINAJA.COM – Polemik tarif parkir kembali mencuat di salah satu destinasi andalan Kabupaten Kerinci, yakni Air Terjun Telun Berasap. Objek wisata yang dikelola bersama pihak ketiga itu menuai keluhan pengunjung, terutama terkait biaya parkir dan kejelasan tiket masuk.
Sorotan ini bermula dari unggahan akun Facebook milik Recky Darma Putra. Dalam ceritanya, ia mengaku terkejut dengan tarif parkir yang di patok hingga Rp15 ribu. Bagi dia, angka tersebut terasa tidak sebanding dengan fasilitas maupun sistem pengelolaan yang di temui di lokasi.
Tak berhenti di situ, ia juga menyinggung persoalan tiket masuk yang di nilai tidak transparan. Jumlah tiket yang di terima di sebut tidak sesuai dengan jumlah pembayaran yang di lakukan.
“Yo parkir termahal, maso lah sampai 15.000 nia. Mano uang karcis masuk besar kecil di rato ke galu 15.000 malah tiket uhang 15 orang di kasih cuma 10 orang. Setidaknyu ado info karcis masuk, ini malah dak do. Kecewa raso tiap tahun pariwisata Kinci model ini,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Keluhan Serupa dari Warganet
Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian warganet. Sejumlah komentar bermunculan, sebagian besar menyuarakan pengalaman yang hampir serupa.
Abi Ghifar, misalnya, menilai persoalan seperti ini bukan hal baru. Ia melihat belum ada perubahan berarti dari tahun ke tahun dalam pengelolaan wisata di Kerinci.
“Kinci model itu lah nyu tiap tahun tidak ada perubahan,” tulisnya.
Nada serupa datang dari Arwan. Ia menyoroti besarnya biaya yang harus di keluarkan bahkan sebelum pengunjung benar-benar menikmati kawasan wisata.
“La ado kemajuan nyo kinci.. Nak masuk wisata siap-siap bawa kipeng (uang) banyak untuk parkir bae belum masuk ke dalam wisata satu uhang berapo,” ungkapnya.
Keluhan yang berulang ini memperlihatkan adanya persoalan yang belum terselesaikan, khususnya terkait transparansi tarif dan pelayanan di lapangan.
Dampak ke Citra Pariwisata Kerinci
Jika kondisi ini terus terjadi, bukan tidak mungkin minat wisatawan akan menurun. Beberapa warga bahkan mulai membandingkan pengalaman wisata di Kerinci dengan daerah lain yang dinilai lebih tertata, baik dari sisi tarif maupun pelayanan.
Kerinci sendiri di kenal memiliki potensi wisata alam yang kuat, mulai dari pegunungan hingga air terjun yang memikat. Telun Berasap termasuk salah satu ikon yang kerap di kunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Namun, daya tarik alam saja tidak cukup. Pengelolaan yang transparan dan profesional menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengunjung. Ketika wisatawan merasa di rugikan, pengalaman buruk tersebut bisa dengan cepat menyebar, terutama melalui media sosial.
Pengelolaan berbasis pihak ketiga seharusnya tetap berada dalam pengawasan ketat pemerintah daerah. Standar tarif, distribusi tiket, hingga informasi kepada pengunjung perlu di susun dengan jelas agar tidak menimbulkan kesan semrawut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai keluhan yang beredar tersebut.(Tim)









