KLIKINAJA.COM – Kabupaten Kerinci memasuki babak baru dalam layanan transportasi udara. Sejak 1 April 2026, operasional penerbangan di Bandara Depati Parbo resmi di pusatkan di terminal baru yang telah mulai difungsikan penuh.
Perubahan ini bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi penumpang. Seluruh aktivitas penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, kini tidak lagi di lakukan di terminal lama.
Seluruh Layanan Dipindahkan ke Terminal Baru
Kepala Bandara Depati Parbo, Ramadan Subhan, memastikan bahwa seluruh operasional telah di alihkan sepenuhnya. Ia menegaskan tidak ada lagi aktivitas penerbangan di terminal lama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak keliru lokasi saat hendak bepergian. Penumpang di minta langsung menuju terminal baru sesuai jadwal penerbangan agar tidak tertinggal pesawat.
Perpindahan ini sudah di sosialisasikan secara bertahap, namun pihak bandara tetap mengimbau agar calon penumpang lebih teliti terhadap informasi terbaru.
Akses Baru dan Imbauan untuk Penumpang
Terminal baru Bandara Depati Parbo dapat di akses melalui Jalan Raya Desa Agung Koto Iman, Kecamatan Tanah Cogok. Untuk membantu pengguna jasa, pengelola bandara telah memasang berbagai petunjuk arah di sejumlah titik strategis menuju lokasi.
Penumpang juga di sarankan datang lebih awal dari jadwal keberangkatan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat penyesuaian lokasi baru, sekaligus memberi waktu lebih untuk proses check-in dan pemeriksaan.
Keberadaan terminal baru ini membawa harapan besar terhadap peningkatan kenyamanan. Fasilitas yang lebih modern di harapkan mampu mendukung kelancaran arus penumpang, terutama pada jam-jam sibuk.
Di sisi lain, pengembangan bandara seperti ini juga menjadi indikator pertumbuhan wilayah. Infrastruktur transportasi udara yang lebih baik biasanya beriringan dengan peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Kerinci sendiri di kenal dengan potensi wisata alamnya yang kuat, mulai dari kawasan pegunungan hingga danau. Dengan fasilitas bandara yang lebih representatif, akses menuju daerah ini di perkirakan akan semakin mudah di jangkau wisatawan.
Langkah modernisasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konektivitas daerah terus di perkuat. Bagi masyarakat setempat, kehadiran terminal baru bukan hanya soal kenyamanan perjalanan, tetapi juga peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.(Tim)






