KLIKINAJA, KERINCI – Polres Kerinci berhasil mengungkap jaringan penculikan anak lintas provinsi dengan menangkap tiga orang pelaku di Kota Sungaipenuh, Jambi. Kasus ini terkait hilangnya Bilqis, bocah 4 tahun asal Makassar, yang sempat menggegerkan publik.
Tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus penculikan anak berhasil diamankan Tim Macan Kincai Polres Kerinci. Penangkapan berlangsung di sebuah rumah di Desa Baru, Kota Sungaipenuh, pada Sabtu (9/11/2025). Ketiganya terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang diduga kuat menjadi bagian dari jaringan penculikan lintas provinsi.
Rekaman video saat penggerebekan beredar luas di media sosial dan memperlihatkan proses dramatis penangkapan oleh petugas. Dari pemeriksaan awal, salah satu tersangka mengaku mengetahui keberadaan Bilqis, bocah asal Makassar yang hilang sejak awal November 2025.
Berdasarkan informasi itu, polisi segera menelusuri jejak pelaku hingga akhirnya menemukan Bilqis di wilayah Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi. Bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat setelah hampir sepekan menghilang.
Kasat Reskrim Polres Kerinci membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga terduga pelaku tersebut.
“Ya, benar. Nanti akan kita rilis resmi,” ujarnya singkat, Sabtu (9/11/2025).
Penemuan Bilqis menandai akhir dari pencarian intensif yang dilakukan aparat sejak Minggu (2/11/2025). Sebelumnya, anak berusia empat tahun itu dilaporkan hilang ketika menemani kedua orang tuanya berolahraga di kawasan Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Hilangnya Bilqis sempat viral di berbagai platform media sosial, memicu simpati dan doa dari masyarakat. Banyak pihak ikut membantu penyebaran informasi demi mempercepat pencarian.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penculikan anak yang belakangan marak terjadi di berbagai wilayah. Warga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kasus penculikan Bilqis menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan orang tua serta sinergi masyarakat dalam menjaga keselamatan anak-anak. Berkat kerja cepat kepolisian dan informasi publik, bocah 4 tahun asal Makassar itu kini bisa kembali ke pelukan keluarganya dalam keadaan selamat.(Dea)









