Tips Minum Saat Puasa Agar Tidak Cepat Haus

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Bulan Ramadhan mengubah jam makan dan minum, tetapi tidak mengubah kebutuhan dasar tubuh. Orang dewasa tetap memerlukan sekitar 2 hingga 2,5 liter cairan per hari, sama seperti hari biasa. Hal itu di sampaikan dr. Yulia Wardhani, spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, dalam unggahan Instagram Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, tubuh tetap kehilangan cairan lewat keringat, urine, dan pernapasan. Puasa hanya membatasi waktu minum, bukan menurunkan kebutuhan cairan. Itulah sebabnya strategi pengaturan minum menjadi kunci agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.

Banyak orang mencoba “menabung” cairan dengan minum banyak sekaligus saat sahur. Harapannya sederhana: supaya tidak cepat haus. Namun pendekatan ini justru tidak efektif.

Minum Sekaligus Bikin Cepat Buang Air Kecil

Tubuh memiliki sistem pengaturan cairan yang bekerja presisi. Ketika cairan masuk dalam jumlah besar dalam waktu singkat, ginjal akan membaca kondisi itu sebagai kelebihan cairan.

Dr. Yulia menjelaskan, saat asupan air terlalu banyak dalam satu waktu, ginjal segera membuangnya melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat dan cairan tidak bertahan lama di tubuh.

Sebaliknya, cairan yang di minum perlahan lebih mudah di pertahankan. Ginjal memiliki waktu untuk menyerap dan mengatur distribusi cairan secara optimal. Inilah alasan mengapa pola minum bertahap lebih di anjurkan di bandingkan minum sekaligus dalam jumlah besar.

Pola 8 Gelas dari Berbuka hingga Sahur

Agar kebutuhan dua liter tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah, pembagian minum bisa di lakukan sejak waktu berbuka hingga sahur. Prinsipnya sederhana: sedikit demi sedikit, tetapi konsisten.

Contoh pembagiannya sebagai berikut:
1 gelas saat berbuka
1 gelas setelah makan utama
1 gelas setelah salat tarawih
1 gelas sebelum tidur
1 gelas saat bangun sahur
1 gelas setelah makan sahur

Sisanya di minum perlahan di sela waktu malam. Pola ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyerap cairan dengan baik tanpa memicu dorongan sering ke kamar mandi.

Secara fisiologis, tubuh mampu beradaptasi dengan perubahan pola makan selama Ramadhan. Namun adaptasi itu tetap memerlukan manajemen asupan yang tepat. Dehidrasi ringan saja bisa menurunkan konsentrasi, memicu sakit kepala, hingga membuat tubuh terasa lemas saat siang hari.

Kenali Tanda Dehidrasi dan Sumber Cairan Tambahan

Warna urine menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi. Jika warnanya kuning tua atau pekat, itu pertanda tubuh kekurangan cairan. Idealnya urine berwarna kuning muda hingga jernih.

Dr. Yulia juga mengingatkan kelompok lansia agar lebih disiplin minum. Pada usia lanjut, sensasi haus sering kali berkurang sehingga risiko dehidrasi meningkat bila menunggu rasa haus datang.

Sebagian kebutuhan cairan, sekitar 15–20 persen, dapat di peroleh dari makanan. Buah seperti semangka, melon, dan jeruk mengandung air tinggi. Sayur berkuah juga membantu memenuhi kebutuhan cairan malam hari.

Meski demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama. Minuman berkafein sebaiknya di batasi karena dapat memicu peningkatan frekuensi buang air kecil pada sebagian orang.

Puasa bukan alasan untuk mengabaikan hidrasi. Dengan pengaturan minum yang disiplin dan bertahap, tubuh tetap bertenaga, ibadah berjalan lancar, dan risiko dehidrasi dapat di tekan.(Tim)
Baca Juga :  Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Ini Penyebab dan Solusinya

Berita Terkait

Buah untuk Mata Sehat yang Bantu Jaga Penglihatan Tetap Tajam
Makanan untuk Vertigo: 6 Asupan Bantu Redakan Pusing Berputar
6 Buah Pengganti Nasi untuk Diet Sehat dan Energi Stabil
Pola Puasa Sehat Ramadhan 2026, Ahli Gizi IPB Beberkan Panduannya
4 Gejala Batu Ginjal yang Sering Tak Disadari, Ini Penjelasan Dokter
Puasa bagi Penderita Maag: Panduan Aman Agar Asam Lambung Tetap Terkendali
Buah dan Sayur Terbaik agar Pencernaan Lancar Saat Puasa Ramadan
Air Kelapa untuk Ramadan: 6 Manfaat dan Waktu Terbaik Minum
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:00 WIB

Tips Minum Saat Puasa Agar Tidak Cepat Haus

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:00 WIB

Buah untuk Mata Sehat yang Bantu Jaga Penglihatan Tetap Tajam

Kamis, 26 Februari 2026 - 06:00 WIB

Makanan untuk Vertigo: 6 Asupan Bantu Redakan Pusing Berputar

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:00 WIB

6 Buah Pengganti Nasi untuk Diet Sehat dan Energi Stabil

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:00 WIB

Pola Puasa Sehat Ramadhan 2026, Ahli Gizi IPB Beberkan Panduannya

Berita Terbaru

Kesehatan

Tips Minum Saat Puasa Agar Tidak Cepat Haus

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:00 WIB