TPP ASN Merangin Tak Lagi Rata, Kinerja Jadi Penentu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, MERANGIN – Bupati Merangin M. Syukur menegaskan bahwa sistem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin akan di arahkan sepenuhnya berbasis kinerja. Ia menilai, pola pemberian TPP yang di samaratakan selama ini tidak lagi relevan dan berpotensi merusak semangat kerja ASN yang disiplin serta berprestasi.

Penegasan tersebut di sampaikan Syukur saat memimpin Rapat Evaluasi Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kinerja (LPPK) yang digelar di Lantai IV Gedung Kantor Bupati Merangin, belum lama ini. Dalam rapat itu, Bupati secara terbuka menyoroti masih adanya ketimpangan antara tingkat kehadiran ASN dengan besaran TPP yang di terima.

Menurut Syukur, fakta di lapangan menunjukkan tidak sedikit pegawai dengan kehadiran rendah dan kontribusi minim tetap menerima TPP dalam jumlah yang sama dengan ASN yang bekerja optimal, bahkan hingga lembur. Kondisi tersebut di nilai mencederai rasa keadilan di lingkungan birokrasi.

Ia menekankan bahwa TPP sejatinya di rancang sebagai instrumen penghargaan atas kinerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab ASN. Jika sistemnya tidak di benahi, maka ASN yang bekerja sungguh-sungguh justru akan merasa di rugikan.

Baca Juga :  Warga Batang Hari Diminta Konsultasi ke Disnaker Sebelum Bekerja ke Luar Negeri

“Tambahan penghasilan itu harus sejalan dengan kontribusi. Tidak logis jika pegawai yang jarang masuk menerima hak yang sama dengan mereka yang bekerja melebihi target,” ujar Syukur di hadapan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Evaluasi Menyeluruh Sistem Penilaian TPP

Bupati Merangin meminta perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penetapan TPP. “Evaluasi tersebut mencakup aspek kehadiran, capaian kinerja, kedisiplinan, hingga tanggung jawab masing-masing ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” sebutnya.

Ia berharap, hasil evaluasi nantinya mampu melahirkan sistem TPP yang lebih objektif dan terukur. Dengan demikian, TPP tidak hanya menjadi hak administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai alat pemacu kinerja.

Syukur juga menilai, pembenahan sistem TPP akan berdampak langsung pada terciptanya iklim kerja yang sehat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin. ASN akan terdorong untuk meningkatkan produktivitas karena penghargaan yang di terima sebanding dengan usaha dan dedikasi yang di berikan.

Selain itu, sistem berbasis kinerja di yakini mampu menekan budaya kerja asal-asalan yang selama ini masih di jumpai di sejumlah instansi. ASN yang kurang disiplin di harapkan terdorong untuk berbenah, sementara pegawai berprestasi mendapatkan apresiasi yang layak.

Baca Juga :  Era Disrupsi AI: CEO Google DeepMind Sarankan Jurusan Ini untuk Masa Depan Cerah

Etika ASN Jadi Sorotan

Tidak hanya menyinggung soal TPP, Syukur juga mengingatkan pentingnya etika dan perilaku ASN sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan bahwa ASN merupakan wajah pemerintah di mata publik, sehingga sikap, penampilan, dan gaya hidup perlu di jaga dengan baik.

Menurutnya, perilaku ASN yang menunjukkan gaya hidup berlebihan dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama jika tidak sejalan dengan kinerja dan pelayanan yang di berikan. Hal tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Yang di nilai masyarakat bukan hanya hasil kerja, tetapi juga sikap dan perilaku. ASN harus bisa menjadi teladan,” tegasnya.

Syukur berharap, pembenahan sistem TPP yang adil dan berbasis kinerja dapat berjalan seiring dengan peningkatan etika serta profesionalisme ASN. Kombinasi keduanya di yakini akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Merangin.(Tim)

Berita Terkait

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh
Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis
Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:00 WIB

Wako Alfin Serukan Kolaborasi Warga di Idulfitri Sungai Penuh

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Demam dan Batuk Meningkat, Kapus Sarolangun Soroti Konsumsi Manis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat

Berita Terbaru

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB