Update Darurat Chrome: Google Tutup Celah Zero-Day Berbahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA.COM – Google kembali mempercepat langkahnya dalam menghadapi ancaman siber dengan merilis pembaruan darurat untuk Google Chrome. Update ini di fokuskan untuk menutup dua celah keamanan zero-day yang di nilai memiliki tingkat risiko tinggi.

Dua kerentanan tersebut tercatat dengan kode CVE-2026-3909 dan CVE-2026-3910. Keduanya masuk kategori serius dalam sistem penilaian CVSS karena berpotensi di manfaatkan oleh pelaku kejahatan siber dalam serangan nyata.

Celah di Skia dan V8 Jadi Titik Lemah

Kerentanan CVE-2026-3909 di temukan pada pustaka grafis Skia. Celah ini memungkinkan penyerang menyisipkan kode berbahaya yang bisa di jalankan secara otomatis saat pengguna membuka situs yang telah terinfeksi.

Sementara itu, CVE-2026-3910 berasal dari mesin JavaScript V8, komponen penting yang mengatur eksekusi kode di Chrome. Bagian ini memang kerap menjadi sasaran karena perannya yang vital dalam menjalankan berbagai fungsi web.

Baca Juga :  Bocoran Ponsel Lipat Samsung Layar 7,6 Inci, Desain Lebih Lebar

Para analis keamanan menyebut kombinasi dua celah ini cukup berbahaya. Jika di manfaatkan, peretas berpeluang mengakses sistem pengguna, mengambil alih browser, bahkan mencuri data pribadi tanpa di sadari.

Update Cepat, Risiko Harus Segera Di redam

Rilis patch ini terbilang sangat cepat. Google hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari sejak pembaruan sebelumnya untuk kembali menutup celah baru. Kondisi ini menunjukkan ancaman zero-day masih terus berkembang dan membutuhkan respons instan.

Pengguna di minta segera memperbarui Chrome ke versi 146.0.7680.75/76, khususnya di perangkat Windows dan Mac. Setelah update terpasang, browser perlu di-restart agar perlindungan bisa aktif sepenuhnya.

Baca Juga :  TikTok Luncurkan Fitur Baru, Khusus Pengguna 18 Tahun ke Atas

Fenomena zero-day sendiri bukan hal baru dalam dunia keamanan digital. Istilah ini merujuk pada celah yang sudah di ketahui peretas sebelum pengembang sempat merilis perbaikan. Itulah sebabnya, jeda waktu antara temuan dan patch menjadi fase paling rawan bagi pengguna.

Kebiasaan menunda update sering kali menjadi pintu masuk serangan. Banyak kasus menunjukkan perangkat yang tidak di perbarui lebih mudah di eksploitasi, terutama ketika celah sudah di ketahui secara luas di komunitas peretas.

Karena itu, menjaga perangkat tetap up to date bukan sekadar anjuran teknis, tetapi langkah dasar dalam menjaga keamanan digital. Menghindari situs mencurigakan dan tidak sembarangan mengklik tautan juga bisa membantu meminimalkan risiko serangan siber.(Tim)

Berita Terkait

X Terapkan Batas Usia 16 Tahun di Indonesia, Akun Tak Sesuai Siap Diblokir
Zombie ZIP, Modus Baru Malware yang Sulit Terdeteksi Antivirus
Cara Kirim Pesan Saat WhatsApp Diblokir, Ini 3 Triknya
Waspada Penipuan APK Jelang Lebaran, BRI Minta Nasabah Lebih Hati-hati
Bocoran Ponsel Lipat Samsung Layar 7,6 Inci, Desain Lebih Lebar
AI Claude Opus 4.6 Bongkar Bug Program Apple II Berusia 40 Tahun
Instagram Hapus Enkripsi DM Mulai Mei 2026, Privasi Pesan Terancam
Akun WhatsApp Disadap dari Jauh, Ini Ciri dan Cara Mengamankannya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB

Update Darurat Chrome: Google Tutup Celah Zero-Day Berbahaya

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:00 WIB

X Terapkan Batas Usia 16 Tahun di Indonesia, Akun Tak Sesuai Siap Diblokir

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:00 WIB

Zombie ZIP, Modus Baru Malware yang Sulit Terdeteksi Antivirus

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:00 WIB

Cara Kirim Pesan Saat WhatsApp Diblokir, Ini 3 Triknya

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:00 WIB

Waspada Penipuan APK Jelang Lebaran, BRI Minta Nasabah Lebih Hati-hati

Berita Terbaru

Teknologi

Update Darurat Chrome: Google Tutup Celah Zero-Day Berbahaya

Jumat, 20 Mar 2026 - 17:00 WIB