KLIKINAJA, KEDIRI – Vinanda Prameswati resmi menorehkan sejarah baru dalam pemerintahan daerah Indonesia. Politisi muda asal Jawa Timur itu di lantik sebagai Wali Kota Kediri pada usia 26 tahun, menjadikannya kepala daerah termuda di Tanah Air saat ini. Pelantikan di lakukan pada Kamis, 20 Februari 2025 lalu, di Istana Kepresidenan Jakarta.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan di pimpin langsung oleh Prabowo Subianto. Momen tersebut sekaligus menandai awal kepemimpinan Vinanda untuk periode 2024–2029 di Kota Kediri, Jawa Timur.
Pelantikan Serentak Berskala Nasional
Pelantikan Vinanda berlangsung dalam agenda nasional berskala besar. Presiden melantik total 961 kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang berasal dari 481 daerah di seluruh Indonesia. Acara bersejarah itu di gelar di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pelantikan serentak ini menjadi tonggak baru demokrasi Indonesia. Untuk pertama kalinya, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota di lantik bersama oleh kepala negara. Dari ratusan kepala daerah tersebut, Vinanda tercatat sebagai yang paling muda.
Kemenangan di Pilkada Kediri 2024
Nama Vinanda mulai di kenal luas setelah memenangkan Pemilihan Wali Kota Kediri 2024. Ia maju sebagai kandidat dengan dukungan tujuh partai politik, termasuk Partai Golkar yang menjadi kendaraan politik utamanya.
Kemenangan tersebut di nilai mencerminkan kepercayaan publik terhadap figur muda dengan latar belakang akademik dan pengalaman organisasi. Di tengah persaingan politik lokal yang ketat, Vinanda berhasil menarik simpati pemilih lintas generasi.
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier
Vinanda Prameswati lahir di Surabaya pada 12 Juni 1998. Pendidikan dasarnya di tempuh di Kediri, mulai dari SD Plus Rahmat, SMP Negeri 1 Kediri, hingga SMA Negeri 3 Kediri. Ia kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan meraih gelar sarjana hukum.
Tak berhenti di sana, Vinanda menyelesaikan pendidikan Magister Kenotariatan di Universitas Airlangga pada 2023. Setelah menuntaskan pendidikan pascasarjana, ia memutuskan terjun ke dunia politik, sebuah langkah yang kemudian mengantarkannya ke kursi wali kota.
Aktif di Berbagai Organisasi Sosial
Sebelum menjabat sebagai kepala daerah, Vinanda di kenal aktif dalam beragam organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara, memimpin paguyuban pedagang kaki lima, hingga terlibat dalam asosiasi olahraga dan jaringan media.
Pengalaman tersebut di sebut menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan kelompok akar rumput di Kota Kediri. Rekam jejak organisasi itu pula yang memperkuat citranya sebagai pemimpin muda yang dekat dengan warga.
Terpilihnya Vinanda sebagai wali kota termuda di nilai sebagai simbol regenerasi kepemimpinan nasional. Kehadirannya membawa harapan baru akan lahirnya kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan generasi muda tanpa mengesampingkan kelompok lainnya.
Dengan usia yang relatif muda, tantangan besar menanti Vinanda dalam memimpin pemerintahan daerah. Namun, publik menaruh ekspektasi agar ia mampu menerjemahkan energi dan gagasan segar menjadi program konkret bagi pembangunan Kota Kediri selama lima tahun ke depan.(Tim)









