KLIKINAJA – Jagat media sosial tengah ramai memperbincangkan keluhan guru honorer terkait ketimpangan penghasilan yang dinilai jauh dari kata layak. Isu ini mencuat setelah beredarnya sejumlah video protes yang membandingkan gaji guru honorer dengan sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan tersebut mulai viral sejak Senin malam, 19 Januari 2026. Salah satu video yang menyedot perhatian publik di bagikan akun TikTok @duniapunyacerita_ dan telah di tonton lebih dari 305 ribu kali hingga Selasa, 20 Januari 2026.
Dalam rekaman video, seorang perempuan mengenakan busana ungu tampak menyampaikan kegelisahan yang di rasakan banyak guru honorer. Ia menilai adanya ketidakadilan ketika tenaga pendidik yang berperan mencerdaskan generasi bangsa justru menerima penghasilan lebih kecil di bandingkan sopir MBG.
“Mohon izin saya sampaikan, ternyata pendapatan driver MBG jauh lebih layak di bandingkan kami yang mengabdikan diri di dunia pendidikan. Jujur, ini sangat menyayat hati,” ujarnya dengan nada emosional.
Guru Honorer Bergantung pada Gaji Minim
Lebih lanjut, perempuan tersebut menekankan bahwa tidak semua guru honorer memiliki sumber penghasilan tambahan. Banyak di antara mereka yang sepenuhnya menggantungkan kebutuhan hidup dari honor mengajar.
“Mungkin bagi yang punya pasangan mapan atau usaha sampingan masih bisa bertahan. Tapi bagaimana dengan saudara-saudara kami yang hidupnya hanya bergantung dari gaji itu?” tuturnya.
Tetap Mengabdi Meski Dihimpit Keterbatasan
Meski di liputi rasa kecewa, ia menegaskan bahwa rasa bangga sebagai pendidik tidak pernah pudar. Dengan suara bergetar menahan tangis, ia mengaku tetap menjunjung tinggi profesi guru meski kerap di pandang sebelah mata.
“Kami bangga mengenakan seragam ini. Walaupun di luar sana banyak yang mencibir, kami tetap bertahan,” katanya.
Realita Gaji Guru Honorer di Lapangan
Besaran honor guru honorer sendiri sangat bervariasi, bergantung pada kondisi keuangan sekolah, yayasan pengelola, maupun dukungan anggaran daerah melalui APBD. Selain itu, jenjang pendidikan yang di ajarkan juga memengaruhi nominal gaji yang di terima.
Namun dalam praktiknya, tak sedikit guru honorer yang menerima upah di bawah standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Mulai tahun 2026, pemerintah diketahui mengalokasikan insentif bagi guru honorer sebesar Rp400 ribu per bulan. Angka tersebut di nilai masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, sopir program MBG di sebut menerima bayaran sekitar Rp100 ribu per hari, atau setara Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.
Hingga kini, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak terkait program MBG belum memberikan pernyataan resmi menanggapi polemik yang ramai di perbincangkan publik tersebut.(Tim)









