KLIKINAJA – Pemerintah Kota Jambi mulai memasang fasilitas WiFi gratis di sejumlah masjid sebagai upaya membangun kedekatan generasi muda dengan lingkungan ibadah. Program ini resmi diperkenalkan saat Wali Kota Jambi, Maulana, menghadiri kegiatan keagamaan di Masjid NW Al Hijrah, Kecamatan Kota Baru.
Langkah tersebut bukan sekadar menghadirkan akses internet. Pemerintah ingin menjadikan masjid sebagai ruang yang ramah bagi remaja tempat mereka bisa belajar, berinteraksi, sekaligus memperkuat spiritualitas.
Maulana menyampaikan bahwa teknologi tidak bisa di jauhkan dari kehidupan anak muda. Karena itu, menurutnya, pendekatan yang lebih efektif adalah menghadirkan fasilitas digital di lingkungan yang positif seperti masjid.
“Kami ingin anak-anak dan remaja tetap akrab dengan teknologi, tetapi berada di ruang yang terjaga. Masjid bisa menjadi tempat belajar, berdiskusi, sekaligus tetap menunaikan ibadah tepat waktu,” ujar Maulana dalam sambutannya.
Ia menekankan, keberadaan WiFi bukan untuk mendorong aktivitas yang melalaikan, melainkan mendukung kegiatan edukatif. Akses internet di area masjid diharapkan memicu lahirnya aktivitas produktif, mulai dari belajar daring, diskusi keagamaan, hingga pengembangan kreativitas digital.
Bantuan Operasional dan Sembako untuk Warga
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Jambi juga menyerahkan bantuan operasional sebesar Rp5 juta kepada pengurus masjid. Bantuan tersebut di tujukan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan operasional harian.
Tak hanya itu, paket sembako turut di bagikan kepada masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari agenda sosial selama Ramadan. Momentum ini sekaligus di manfaatkan pemerintah untuk berdialog langsung dengan warga dan menyerap aspirasi masyarakat.
“Program ini bukan hanya soal internet gratis. Kami ingin masjid semakin hidup, menjadi pusat kegiatan umat, dan menjadi ruang tumbuhnya karakter generasi muda,” lanjutnya.
Acara tersebut turut di hadiri Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional, pengurus masjid, organisasi keagamaan, Lembaga Adat Melayu, Forum Ketua RT, serta para jamaah.
Masjid sebagai Ruang Adaptif di Era Digital
Transformasi fungsi masjid menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman bukan hal baru. Di berbagai daerah, masjid mulai mengintegrasikan kegiatan sosial, pendidikan, hingga literasi digital. Pemkot Jambi melihat peluang tersebut sebagai pintu masuk pembinaan akhlak berbasis komunitas.
Remaja saat ini tumbuh dalam ekosistem digital yang serba cepat. Tanpa pendampingan, akses internet berisiko membawa mereka pada konten negatif. Dengan menghadirkan WiFi di masjid, pemerintah mencoba menciptakan keseimbangan antara kebutuhan teknologi dan penguatan nilai religius.









