KLIKINAJA – Sebanyak 2.700 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kerinci telah menerima bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025. Program ini di fokuskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar proses belajar mereka tidak terhenti karena persoalan biaya.
Bantuan tersebut mencakup siswa kelas VII, VIII, dan IX. Untuk kelas VII, setiap siswa memperoleh Rp325.000. Sementara itu, siswa kelas VIII dan IX masing-masing menerima Rp700.000 per orang.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Dian Eka Satria, menegaskan bahwa penyaluran di lakukan secara langsung ke rekening masing-masing siswa penerima.
“Dana bantuan akan langsung ditransfer ke rekening pribadi siswa penerima. Kami memastikan penyalurannya tepat sasaran,” ujar Dian, belum lama ini.
Ia menyebut, seluruh penerima telah melalui proses pendataan sesuai kriteria keluarga miskin dan rentan miskin yang di tetapkan dalam program.
Harapan Tekan Angka Putus Sekolah
Menurut Dian, bantuan PIP sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan yang benar-benar menunjang pendidikan. Mulai dari pembelian buku pelajaran, seragam, alat tulis, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
Bantuan ini di harapkan mampu meringankan beban orang tua, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Dengan dukungan dana tersebut, siswa dapat mengikuti kegiatan belajar secara maksimal tanpa rasa khawatir.
Program PIP 2025 menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi semua kalangan. Di daerah seperti Kerinci, bantuan semacam ini memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan sekolah anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dalam beberapa tahun terakhir, PIP terbukti membantu menekan potensi putus sekolah, terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Ketika kebutuhan dasar sekolah terpenuhi, konsentrasi siswa bisa lebih terarah pada proses belajar, bukan lagi pada keterbatasan biaya.
Pemerintah daerah berharap dukungan berkelanjutan dari program ini dapat memperkecil kesenjangan akses pendidikan. Dengan begitu, peluang anak-anak Kerinci untuk meraih masa depan yang lebih baik tetap terbuka lebar.(Tim)









