KLIKINAJA.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh mulai bergerak cepat mengantisipasi peningkatan volume sampah yang kerap terjadi setiap musim libur panjang.
Lonjakan aktivitas masyarakat, mulai dari mudik hingga tradisi berkumpul bersama keluarga, menjadi faktor utama bertambahnya produksi sampah rumah tangga. Kondisi ini mendorong DLH untuk memperkuat kesiapan sejak dini agar kebersihan kota tetap terjaga.
Kepala DLH Sungai Penuh, Wahyu Rahman Dedi, menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel serta armada pengangkut untuk mengantisipasi penumpukan di berbagai titik.
Ia menggambarkan bahwa setiap Lebaran, ritme aktivitas warga meningkat tajam. Banyaknya perantau yang pulang kampung ikut mendorong naiknya volume sampah secara signifikan.
Fokus pada Titik Rawan Penumpukan
Sejumlah lokasi menjadi perhatian utama dalam pengangkutan sampah. Kawasan permukiman padat, pasar tradisional, hingga pusat keramaian di prediksi menjadi titik paling rentan mengalami penumpukan.
Petugas kebersihan akan bekerja lebih intensif di area tersebut. Frekuensi pengangkutan juga di tingkatkan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama dan menimbulkan gangguan lingkungan.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga kenyamanan masyarakat yang tengah merayakan momen Lebaran bersama keluarga.
Kerahkan Armada dan Petugas Tambahan
Untuk memperkuat operasional di lapangan, DLH Sungai Penuh menyiapkan sedikitnya 11 unit armada roda empat. Armada ini akan di fokuskan pada jalur utama dan kawasan dengan volume sampah tinggi.
Di sisi lain, kendaraan roda tiga turut di libatkan untuk menjangkau gang sempit atau wilayah yang tidak bisa di akses truk besar. Kombinasi armada ini di nilai efektif dalam mempercepat proses pengangkutan.
Kesiapan ini menjadi bagian dari strategi agar pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal, meski terjadi lonjakan beban kerja selama libur panjang.
Jaga Kebersihan, Ciptakan Lebaran Nyaman
DLH optimistis kondisi kebersihan kota dapat tetap terkendali selama Idulfitri. Namun, keberhasilan ini juga sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Warga diimbau untuk tetap disiplin membuang sampah pada tempatnya serta mengikuti jadwal pengangkutan yang telah ditentukan. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar suasana Lebaran tetap nyaman dan sehat.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren peningkatan sampah saat Lebaran memang menjadi tantangan di banyak daerah. Pola konsumsi yang meningkat, penggunaan kemasan sekali pakai, hingga aktivitas memasak dalam jumlah besar ikut menyumbang volume sampah.
Karena itu, selain upaya pemerintah, masyarakat juga bisa mulai menerapkan kebiasaan sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Langkah kecil ini dapat memberi dampak besar bagi lingkungan, terutama di momen dengan aktivitas tinggi seperti Lebaran.(Tim)









