KLIKINAJA, JAMBI – Sebanyak 77 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Provinsi Jambi mendapatkan bantuan program revitalisasi dari pemerintah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar di sekolah semakin layak dan modern.
Total anggaran revitalisasi mencapai Rp 90 miliar, yang dialokasikan untuk berbagai pekerjaan, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga pembangunan gedung baru seperti ruang kepala sekolah, tata usaha, dan toilet.
Menurut Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMA Disdik Provinsi Jambi, Iwan Safri, progres fisik revitalisasi saat ini sudah mencapai sekitar 50 persen. Namun, beberapa sekolah masih tertinggal dari target dan diminta mempercepat pekerjaan sebelum batas waktu 21 November 2025.
“Sekolah-sekolah dengan progres di bawah 50 persen kita beri waktu hingga 21 November untuk segera menuntaskan pekerjaan agar dana tahap II bisa segera disalurkan,” kata Iwan Safri, Selasa (11/11/2025).
Dana tahap II baru akan disalurkan apabila sekolah telah memenuhi progres minimal 50 persen. Bagi sekolah yang sudah memenuhi syarat, pencairan tahap II dijadwalkan pertengahan November 2025 secara serentak di seluruh Indonesia.
Beberapa sekolah di Kota Jambi yang menerima bantuan ini antara lain SMAN 1, SMAN 5, SMAN 9, SMAN 10, SMAN 11, dan SMAN 12. Dari hasil tinjauan lapangan, SMAN 12 Kota Jambi masih tertinggal dengan progres sekitar 27 persen, karena pengerjaan bagian atap masih berlangsung.
Iwan menjelaskan, keterlambatan bukan semata karena kendala di lapangan, melainkan adanya penundaan penyaluran dana tahap I akibat penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat. Meskipun demikian, dana tahap I yang sudah disalurkan mencapai 70 persen dari total anggaran, cukup untuk mendukung pekerjaan hingga progres 50 persen.
“Kalau progresnya sudah lebih dari 50 persen tapi dana tahap II belum cair, itu bisa jadi hambatan karena sekolah harus mengejar target sementara dana belum turun,” tambahnya.
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, setiap sekolah penerima bantuan didampingi tim teknis, fasilitator, dan konsultan pengawas dari Universitas Jambi (Unja) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan.
Tim fasilitator tersebut membantu sekolah dalam aspek teknis, bimbingan lapangan, dan memastikan semua data progres diunggah ke aplikasi resmi Kementerian Pendidikan sebagai dasar verifikasi penyaluran dana berikutnya.
“Fasilitator ditunjuk langsung oleh kementerian dan bekerja sama dengan Unja. Mereka membantu dari sisi teknis dan memastikan pembangunan sesuai dengan RAB dan gambar kerja,” tutup Iwan.
Dengan adanya program revitalisasi ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap seluruh SMA penerima bantuan dapat memiliki fasilitas pendidikan yang layak, modern, dan mendukung mutu pembelajaran siswa.(Tim)









