Terlalu Sering Makan Sate Bisa Sebabkan Radang Usus, Ini Kata Dokter

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sate sapi.  Foto: Shutterstock

Ilustrasi sate sapi. Foto: Shutterstock

KLIKINAJA – Sate memang jadi makanan favorit banyak orang Indonesia. Namun, di balik aroma bakaran yang menggoda, mengonsumsi sate terlalu sering ternyata bisa menimbulkan masalah kesehatan serius seperti radang usus, menurut penjelasan dokter penyakit dalam.

Sate dikenal sebagai salah satu kuliner khas Nusantara yang hampir selalu hadir di berbagai acara. Daging yang dibakar di atas arang memberikan cita rasa gurih dan aroma khas yang sulit ditolak. Meski begitu, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kenikmatan sate sebaiknya tetap dibatasi.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik, dr. Faizal Drissa Hasibun, mengimbau agar masyarakat tidak terlalu sering menyantap sate. Ia menyebut konsumsi lebih dari dua hingga tiga kali dalam seminggu sudah tergolong berlebihan dan dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pencernaan.

Baca Juga :  Fakta Biduran Menular atau Tidak? Begini Penjelasan Medisnya

Menurut dr. Faizal, proses pemanggangan dengan arang menghasilkan zat oksidatif yang berpotensi merusak lapisan usus. Bila tubuh terlalu sering terpapar zat tersebut tanpa cukup asupan serat, residunya bisa menumpuk dan memicu peradangan.

“Kalau sering makan sate yang dibakar dengan arang tapi kurang konsumsi serat, zat hasil pembakaran bisa menempel di permukaan usus dan menimbulkan radang. Proses ini berkaitan dengan senyawa oksidatif bernama nitrile amine,” jelasnya.

Selain itu, mengutip laporan Healthline, metode memasak dengan cara memanggang juga dapat mengurangi kandungan vitamin dan mineral dalam daging. Proses ini membuat cairan kaya nutrisi menetes, sehingga kadar vitamin B bisa berkurang hingga 40 persen.

Baca Juga :  Daun Karuk: Kandungan, Khasiat, dan Cara Pakai Aman

Meski begitu, dr. Faizal menegaskan bahwa makan sate tidak dilarang sepenuhnya. Ia menyarankan agar konsumsi sate dibatasi dan dilakukan secara bijak.

“Boleh saja makan sate, asal tidak sering. Misalnya cukup sekali dalam sebulan dan tetap diimbangi dengan pola makan sehat,” ujarnya.

Untuk menjaga kesehatan usus, Faizal juga merekomendasikan agar masyarakat memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga penting agar metabolisme tubuh berjalan optimal.

Dengan membatasi konsumsi sate dan menjaga pola makan seimbang, masyarakat tetap bisa menikmati kuliner favorit ini tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan.(Tim)

Berita Terkait

Cara Ampuh Menurunkan Gula Darah Secara Alami dan Aman
5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi
5 Cara Menghilangkan Uban di Usia 40 Tahun Secara Alami dan Mudah Dilakukan
5 Makanan Penumbuh Rambut Alami agar Cepat Tebal dan Sehat
Minum Kopi Setelah Olahraga, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasan Ahli
Sesak Napas karena Jantung atau Asam Lambung? Kenali Perbedaannya
Infeksi Cacing Mata, Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
Cara Mengatasi Rambut Rontok Parah Agar Rambut Kembali Lebat dan Sehat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:00 WIB

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:45 WIB

5 Cara Menghilangkan Uban di Usia 40 Tahun Secara Alami dan Mudah Dilakukan

Minggu, 15 Maret 2026 - 06:00 WIB

5 Makanan Penumbuh Rambut Alami agar Cepat Tebal dan Sehat

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:00 WIB

Minum Kopi Setelah Olahraga, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 9 Maret 2026 - 06:00 WIB

Sesak Napas karena Jantung atau Asam Lambung? Kenali Perbedaannya

Berita Terbaru

Nasional

Rupiah Melemah ke Rp16.979, Dampak Konflik AS-Iran Meningkat

Jumat, 27 Mar 2026 - 19:17 WIB