Prabowo Soroti Pengelolaan Kekayaan Nasional yang Terabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

KLIKINAJA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti persoalan pengelolaan kekayaan nasional yang menurutnya belum optimal sejak masa-masa awal kepemimpinan Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi.

Di hadapan para pelajar, guru, dan tamu undangan, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dianugerahi sumber daya melimpah. Namun, menurutnya, kekayaan itu belum dikelola secara bijak oleh para pemimpin terdahulu sehingga manfaatnya tidak kembali secara penuh kepada rakyat. Ia menilai selama berabad-abad kekayaan bangsa justru banyak mengalir ke negara lain.

Prabowo menjelaskan, salah satu penyebab ketimpangan ekonomi di Indonesia adalah karena hasil kekayaan alam sering kali hanya dikuasai sebagian kecil kelompok. Situasi tersebut, katanya, tidak mencerminkan bangsa yang merdeka dan berdaulat. Ia mengingatkan bahwa negara tidak akan maju bila kesejahteraan hanya dinikmati segelintir elite.

Baca Juga :  Dari Honorer ke PPPK Paruh Waktu, Berapa Gaji yang Diterima 2026?

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa pemerintah tidak dapat membiarkan pola tersebut terus berulang. Menurut Prabowo, pemerataan hasil pembangunan harus menjadi prioritas agar seluruh rakyat dapat merasakan manfaat dari kekayaan Indonesia. Ia menegaskan bahwa kemakmuran yang hanya terkonsentrasi di tangan sedikit orang berpotensi membuat negara gagal menjalankan amanat konstitusi.

Prabowo juga menyinggung praktik yang menurutnya merugikan negara, yakni tindakan membawa lari kekayaan Indonesia ke luar negeri. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat nasionalisme dan menghalangi upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jika ada orang yang tidak memiliki kecintaan kepada tanah air lalu tega membawa kekayaan bangsa keluar dari negeri ini, maka praktik tersebut harus dihentikan,” ujarnya dalam nada tegas.

Acara yang ia hadiri di Bekasi itu sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi pendidikan melalui digitalisasi. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah dan memperluas akses teknologi bagi siswa. Namun di luar agenda utama itu, Prabowo memanfaatkan momen tersebut untuk menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Usai Diduga Dibully di Sekolah

Ia menutup sambutannya dengan ajakan agar semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, berperan menjaga kekayaan nasional. Menurutnya, hanya dengan persatuan dan kesadaran kolektif Indonesia dapat memastikan kekayaan yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Pernyataan Prabowo di Bekasi menjadi pengingat bahwa pengelolaan kekayaan nasional tetap menjadi isu strategis yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghentikan praktik yang merugikan negara dan memastikan sumber daya Indonesia dikelola demi kepentingan seluruh rakyat.(Tim)

Berita Terkait

Bulog Jamin Stok Beras dan Minyakita Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
Jaksa Agung Burhanuddin Peringatkan Jaksa Tak Menyalahgunakan Jabatan Jelang Lebaran
Konflik Iran–AS Dorong Harga Batu Bara dan CPO Naik, APBN 2026 Berpotensi Terdampak
Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Haji Indonesia 2026 Terancam
Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa dari Dana BOSP 2026? Ini Penjelasan Aturan Terbarunya
1.512 Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ini Penyebabnya
Wabup Rejang Lebong Dilepas dari Status Tersangka, Ini Penjelasan KPK
Prediksi Jadwal CPNS 2026, Pemerintah Siapkan Formasi untuk Fresh Graduate
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Bulog Jamin Stok Beras dan Minyakita Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:00 WIB

Jaksa Agung Burhanuddin Peringatkan Jaksa Tak Menyalahgunakan Jabatan Jelang Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:00 WIB

Konflik Iran–AS Dorong Harga Batu Bara dan CPO Naik, APBN 2026 Berpotensi Terdampak

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:00 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Haji Indonesia 2026 Terancam

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:00 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa dari Dana BOSP 2026? Ini Penjelasan Aturan Terbarunya

Berita Terbaru