KPK Dalami Dugaan Jual Beli Tanah Negara di Proyek KCJB Whoosh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Kereta cepat Whoosh melintas di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

KLIKINAJA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menindaklanjuti dugaan korupsi dalam pengadaan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Lembaga antikorupsi menelusuri indikasi bahwa sejumlah bidang tanah milik negara kembali diperjualbelikan kepada negara melalui skema pembebasan lahan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyelidik sedang memeriksa bagaimana aset negara bisa kembali masuk proses transaksi resmi proyek infrastruktur tersebut. Kasus ini menjadi perhatian karena berpotensi merugikan keuangan negara.

Menurut Budi, salah satu fokus penyelidikan adalah dugaan praktik menjual tanah negara seolah-olah milik pihak lain untuk kemudian dibeli kembali oleh negara dalam rangka pembebasan lahan proyek strategis nasional tersebut.

“Kami masih menelusuri tanah-tanah yang seharusnya merupakan aset negara, tetapi ikut diperjualbelikan dalam pengadaan lahan. Artinya, negara bisa saja membeli kembali tanah miliknya sendiri,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/11).

Budi menegaskan, skema seperti ini jelas mengindikasikan adanya penyimpangan. Penyidik kini menggali alur administrasi dan hubungan antar pihak yang diduga mengetahui proses jual beli tersebut.

Baca Juga :  Diam- Diam Kejari Sungaipenuh Bidik Dugaan Penjualan Lahan TNKS, Tunggu Tanggal Mainnya

KPK, kata Budi, telah memanggil banyak pihak untuk memberikan keterangan. Permintaan klarifikasi ini dilakukan baik kepada individu maupun instansi yang terlibat dalam proses pembebasan lahan.

“Jumlah pihak yang telah kami mintai keterangan cukup banyak dan prosesnya masih terus berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, selain permintaan keterangan, penyidik juga memperdalam analisis dokumen dan data lain yang berkaitan dengan pengadaan lahan. Setiap temuan baru akan dipetakan untuk melihat keterkaitan dengan dugaan korupsi.

Penyelidikan terkait dugaan rasuah di proyek Whoosh sejatinya telah dimulai sejak awal 2025. Meski begitu, KPK belum mengungkap konstruksi lengkap perkara karena proses masih berada pada fase penyelidikan.

Proyek kereta cepat ini sempat menjadi sorotan karena nilai investasinya yang besar dan kompleksitas pengadaan lahannya. Setiap indikasi manipulasi lahan dianggap penting karena dapat berdampak langsung pada pembengkakan biaya proyek.

Baca Juga :  Tiga Anggota DPRD Lampung Tengah Dikabarkan Kena OTT, KPK Belum Beri Penjelasan

Budi memastikan, penyelidik berhati-hati dalam memeriksa alur pembebasan lahan, mulai dari status awal tanah hingga transaksi yang dilakukan dalam lingkup proyek KCJB.

Menanggapi penyelidikan tersebut, pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melalui General Manager Corporate Secretary, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa perusahaan mendukung penuh penegakan hukum.

“Kami menghormati proses yang sedang dilakukan KPK. Semua hal yang dibutuhkan akan kami sediakan sesuai ketentuan,” ujar Eva dalam keterangannya.

KCIC juga menegaskan bahwa mereka berkomitmen menjaga transparansi dalam pengelolaan proyek serta mengikuti seluruh aturan yang berlaku.

Penyelidikan dugaan korupsi dalam pengadaan lahan proyek KCJB Whoosh masih terus berjalan. KPK memastikan setiap indikasi penyimpangan akan ditelusuri demi mencegah potensi kerugian negara. Seiring proses hukum yang berlangsung, publik menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus yang menyita perhatian ini.(Tim)

Berita Terkait

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Siapkan Rem Produksi
Seskab Bantah Isu Presiden Prabowo Pakai Dua Pesawat saat Kunjungan Luar Negeri
Curhatan Nurul Akmal soal PPPK Paruh Waktu Picu Simpati Publik
Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Seharian, BMKG Rilis Peta Cuaca Nasional
21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Peserta Wajib Tahu
Gaji Pensiunan PNS Februari Cair Mulai Besok, Nominal Tertinggi Rp4,9 Juta
Kategori Penerima Bansos 2026 Resmi, Ini Daftar Prioritas Kemensos
Cara Urus Akta Kelahiran 2026 Online Lewat HP, Proses Cepat Tanpa Antre
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:00 WIB

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Siapkan Rem Produksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

Curhatan Nurul Akmal soal PPPK Paruh Waktu Picu Simpati Publik

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:00 WIB

Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Seharian, BMKG Rilis Peta Cuaca Nasional

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:00 WIB

21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Peserta Wajib Tahu

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:00 WIB

Gaji Pensiunan PNS Februari Cair Mulai Besok, Nominal Tertinggi Rp4,9 Juta

Berita Terbaru

Bisnis

Daihatsu Resmi Masuk Era Listrik, Cek Harganya

Rabu, 4 Feb 2026 - 16:00 WIB

Pelantikan Pejabat Eselon II Lingkup Pemkab Kerinci beberapa waktu yang lalu. Foto : Istimewa

Daerah

Soal Pelantikan JPT Pratama Kerinci, Ini Kata Suhatril

Rabu, 4 Feb 2026 - 15:00 WIB