Pertamina Blokir 394 Ribu Nomor Polisi Kendaraan, Ini Penyebabnya 

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINANJA, JAKARTA – Pertamina Patra Niaga memblokir 394 ribu nomor polisi kendaraan di seluruh Indonesia setelah sistem pendataan mereka mendeteksi dugaan penyalahgunaan pembelian BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite. Kebijakan ini membuat kendaraan yang masuk daftar hitam tak lagi bisa bertransaksi BBM bersubsidi di SPBU.

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi

Pertamina Patra Niaga menegaskan langkah pemblokiran dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar subsidi tepat sasaran. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa teknologi digital yang diterapkan perusahaan mampu mengungkap aktivitas pembelian yang dianggap tidak wajar.

Menurut Mars Ega, sistem subsidi tepat melalui aplikasi MyPertamina memicu analisis otomatis yang mendeteksi pola transaksi mencurigakan. “Dari hasil evaluasi, ada indikasi penyalahgunaan. Karena itu 394 ribu nomor polisi telah kami blokir agar distribusi tetap sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Resah, Fasha Minta Pertamina Jelaskan Soal Status 1.400 Hektare di Jambi

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pertamina untuk memastikan subsidi tidak jatuh ke pihak yang tidak berhak dan mencegah praktik percaloan di lapangan.

544 SPBU Dapat Pembinaan Khusus

Tidak hanya pemilik kendaraan, pemantauan juga menyasar pengelola SPBU. Sepanjang 2025, Pertamina memberikan pembinaan kepada 544 SPBU karena ditemukan pelanggaran teknis maupun administratif dalam penyaluran BBM subsidi.

Pertamina menilai pengawasan lapangan, ditambah sistem verifikasi digital, membuat pengendalian semakin kuat. QR Code MyPertamina yang diwajibkan untuk pembelian Solar dan Pertalite subsidi dianggap efektif menekan praktik penyimpangan yang selama ini sulit dipantau secara manual.

Dengan pemantauan berlapis tersebut, perusahaan berharap distribusi subsidi menjadi lebih transparan sekaligus mengurangi peluang kebocoran pasokan.

Konsumsi Solar dan Pertalite Turun Signifikan

Sejak penerapan sistem QR Code secara nasional, penggunaan BBM bersubsidi menunjukkan penurunan yang cukup tajam. Mars Ega mengungkapkan bahwa konsumsi Solar hingga Oktober 2025 diperkirakan turun sekitar 10 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi Guru PPPK, Guru Swasta Punya Peluang Besar Jadi ASN

Penurunan serupa juga terjadi pada Pertalite subsidi, yang diproyeksikan berada 10 persen di bawah target tahunan. Meski menurun, Pertamina menilai angka tersebut justru mencerminkan keberhasilan sistem pengendalian yang mampu menutup celah kecurangan, baik di tingkat konsumen maupun SPBU.

Menurut perusahaan, tren ini menjadi indikator bahwa BBM subsidi mulai lebih tepat sasaran dan kebijakan digitalisasi pembelian memberikan dampak nyata di lapangan, termasuk dalam efisiensi penggunaan anggaran negara.

Pemblokiran ratusan ribu kendaraan serta pembinaan terhadap ratusan SPBU menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk memastikan BBM subsidi digunakan oleh kelompok yang berhak. Dengan dukungan sistem digital MyPertamina, perusahaan optimistis pengawasan akan semakin akurat dan potensi penyalahgunaan dapat ditekan dalam jangka panjang.(Tim)

Berita Terkait

Bulog Jamin Stok Beras dan Minyakita Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
Jaksa Agung Burhanuddin Peringatkan Jaksa Tak Menyalahgunakan Jabatan Jelang Lebaran
Konflik Iran–AS Dorong Harga Batu Bara dan CPO Naik, APBN 2026 Berpotensi Terdampak
Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Haji Indonesia 2026 Terancam
Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa dari Dana BOSP 2026? Ini Penjelasan Aturan Terbarunya
1.512 Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ini Penyebabnya
Wabup Rejang Lebong Dilepas dari Status Tersangka, Ini Penjelasan KPK
Prediksi Jadwal CPNS 2026, Pemerintah Siapkan Formasi untuk Fresh Graduate
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Bulog Jamin Stok Beras dan Minyakita Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:00 WIB

Jaksa Agung Burhanuddin Peringatkan Jaksa Tak Menyalahgunakan Jabatan Jelang Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:00 WIB

Konflik Iran–AS Dorong Harga Batu Bara dan CPO Naik, APBN 2026 Berpotensi Terdampak

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:00 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Haji Indonesia 2026 Terancam

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:00 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu Bisa dari Dana BOSP 2026? Ini Penjelasan Aturan Terbarunya

Berita Terbaru