KLIKINANJA – Getaran kuat dirasakan warga di sejumlah titik di Maluku setelah gempa terjadi sekitar pukul 15.59 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di titik koordinat 03,66 Lintang Selatan dan 128,33 Bujur Timur, atau sekitar 15 kilometer di tenggara Kota Ambon. Gempa berada pada kedalaman 119 kilometer sehingga masuk kategori menengah.
Meski pusatnya berada tidak jauh dari permukiman, karakter gempa yang cukup dalam membuat efek kerusakannya cenderung minim. Warga di Desa Amahai, Pulau Seram, termasuk yang merasakan getaran dengan intensitas sedang. Beberapa warga mengaku merasakan lantai rumah bergetar selama beberapa detik, namun situasi cepat kembali normal.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak memicu potensi tsunami. Dalam laporan singkatnya, lembaga tersebut menyampaikan bahwa parameter gempa menunjukkan tidak adanya aktivitas yang berisiko menimbulkan gelombang tinggi. “Gempa tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain Ambon dan sebagian Pulau Seram, sejumlah daerah lain di sekitarnya juga merasakan guncangan ringan. Hingga kini, belum ditemukan adanya kerusakan struktural pada bangunan maupun laporan korban jiwa. Pemerintah daerah bersama aparat terkait masih memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan keamanan warga.
Gempa bumi bukan fenomena baru bagi wilayah Maluku yang berada di kawasan cincin api Pasifik. Aktivitas tektonik di zona tersebut kerap memicu guncangan dengan kekuatan bervariasi. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG jika terjadi gempa susulan.
Sejumlah ahli geologi menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman menengah biasanya memiliki getaran yang lebih luas namun tidak terlalu merusak, terutama jika struktur tanah dan bangunan dalam kondisi baik. Meski demikian, edukasi kesiapsiagaan tetap diperlukan mengingat intensitas aktivitas seismik di wilayah timur Indonesia tergolong tinggi.
Pemerintah kota Ambon dan kabupaten sekitar mengimbau warga tetap tenang, tidak terpancing informasi tidak jelas, serta memeriksa kondisi rumah masing-masing setelah guncangan dirasakan. Posko tanggap bencana juga telah disiapkan untuk mengantisipasi laporan yang mungkin masuk.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi monitoring gempa BMKG terus meningkat sehingga informasi peringatan dini dapat disampaikan lebih cepat dan akurat. Hal ini penting untuk mengurangi risiko dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di daerah rawan gempa.
Hingga Kamis malam, kondisi di wilayah Maluku terpantau terkendali. Gempa magnitudo 6,0 yang terjadi tidak memicu tsunami dan belum menimbulkan dampak signifikan. Warga diminta terus mengikuti pembaruan resmi sambil tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi aktivitas seismik berikutnya.(Tim)









