KLIKINAJA, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mulai menggenjot persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-24 yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp10,8 miliar untuk memulai proses koordinasi, verifikasi kebutuhan cabang olahraga, serta penyusunan agenda pelaksanaan.
Langkah percepatan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, saat memberikan perkembangan terbaru terkait kesiapan daerah. Ia menjelaskan bahwa tahapan awal Porprov sudah berjalan, namun komitmen pendanaan dari seluruh kabupaten/kota masih menjadi perhatian utama.
Menurut Sudirman, hingga saat ini baru lima dari sebelas pemerintah daerah yang menetapkan anggaran dalam APBD mereka untuk pemberangkatan kontingen maupun persiapan internal. Sementara enam daerah lainnya masih melakukan pembahasan lanjutan, terutama menyangkut ketersediaan fiskal yang berbeda-beda. Kondisi itu membuat pemprov perlu mendorong agar proses penetapan anggaran tidak kembali tertunda.
Pemprov Jambi telah menetapkan tenggat waktu hingga 30 November 2025 sebagai batas akhir seluruh kabupaten/kota menyelesaikan porsi pendanaan masing-masing. Batas waktu tersebut dipasang agar seluruh proses teknis dapat segera dirumuskan, mulai dari kesiapan venue, akomodasi atlet, hingga pembagian tanggung jawab tiap kepala daerah.
Usai deadline tersebut, Pemprov Jambi bersama KONI akan menggelar rapat koordinasi besar yang melibatkan komite olahraga dari seluruh daerah. Forum itu nantinya membahas penetapan cabang olahraga, kebutuhan sarana-prasarana, serta pemetaan kesiapan kontingen. Pemerintah berharap keputusan teknis dapat difinalkan lebih awal sehingga pelaksanaan Porprov 2026 berjalan lebih terencana dan efisien.
Sudirman menekankan bahwa kondisi keuangan tidak seharusnya menjadi penghambat terlaksananya Porprov. Ia mengingatkan bahwa ajang olahraga tingkat provinsi bukan hanya agenda rutin, tetapi berperan penting dalam pembinaan atlet muda. Melalui Porprov, bibit atlet dari berbagai daerah mendapatkan wadah kompetisi yang terstruktur sebelum melangkah ke tingkat nasional.
Selain itu, keberlangsungan Porprov berpengaruh pada peningkatan prestasi olahraga Jambi dalam jangka panjang. Banyak atlet yang saat ini memperkuat tim Jambi di berbagai kejuaraan berasal dari pemetaan yang dilakukan selama Porprov sebelumnya. Karena itu, Sudirman meminta seluruh pemangku kepentingan untuk lebih responsif terhadap proses penganggaran.
Pemerintah provinsi juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta dan pihak terkait lainnya untuk mendukung penyelenggaraan Porprov, terutama di wilayah tuan rumah. Dengan demikian, beban pendanaan dapat terbagi sekaligus mendorong partisipasi publik dalam menyukseskan kegiatan olahraga terbesar di Jambi tersebut.
Hingga kini, Pemkab Tanjung Jabung Barat selaku tuan rumah telah menyampaikan kesiapan awal, termasuk rencana peningkatan fasilitas olahraga dan akomodasi. Tahap verifikasi venue akan dilakukan setelah seluruh daerah memastikan anggaran kontingen mereka.
Dengan berbagai langkah percepatan yang dilakukan, pemerintah berharap Porprov Jambi 2026 dapat berlangsung tepat waktu dan memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi atlet dari seluruh wilayah. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga di Provinsi Jambi, sekaligus meningkatkan daya saing atlet pada level yang lebih tinggi.
Pemprov Jambi menargetkan seluruh proses administrasi dan teknis dapat rampung sebelum memasuki 2026. Dengan dukungan penuh dari semua daerah, Porprov 2026 di Tanjung Jabung Barat diharapkan menjadi ajang yang lebih terorganisasi dan memberi dampak nyata bagi perkembangan olahraga Jambi.(Tim)









