KLIKINAJA – Pemerintah Indonesia bergerak cepat menghadapi rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Situasi tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Kemenko PMK bersama BNPB dan jajaran kementerian/lembaga lain di Jakarta pada Kamis (27/11).
Dalam rapat itu, Menko PMK Pratikno menegaskan pesan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan diarahkan penuh pada keselamatan penduduk. Ia meminta pemerintah daerah mengoptimalkan sumber daya, termasuk menjamin pasokan makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
Pratikno menjelaskan, intensitas hujan yang sangat tinggi dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Senyar. Fenomena tersebut memunculkan banjir luas, banjir bandang di sejumlah titik, hingga longsor yang merusak jaringan jalan dan memutus komunikasi di beberapa kawasan. Laporan sementara menyebutkan adanya warga meninggal dan kerugian infrastruktur, sementara pendataan detail masih terus dilakukan di lapangan.
Akses bantuan juga terkendala karena banyak jalur darat tak dapat dilalui. Pemerintah memutuskan untuk menambah pengiriman logistik melalui transportasi udara agar suplai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat dapat tiba lebih cepat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan Posko Darurat di Tarutung, Sumatra Utara, sebagai pusat koordinasi operasi. Upaya pencarian dan penyelamatan korban menjadi prioritas, disertai pemulihan sarana penting seperti jembatan, jaringan air bersih, serta fasilitas publik. Selain itu, BNPB bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengurangi potensi hujan ekstrem dalam waktu dekat.
Sejumlah deputi, tenaga ahli, hingga unsur pengarah BNPB telah ditempatkan di tiga provinsi terdampak agar koordinasi berjalan lebih efektif. Mereka bertugas memastikan penanganan di lapangan sesuai standar tanggap darurat nasional.
Dari sektor infrastruktur, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti melaporkan bahwa proses penilaian kerusakan belum tuntas karena hujan masih turun hampir tanpa jeda. Empat jembatan di Aceh dilaporkan putus, sementara lebih dari 20 titik longsor ditemukan di kawasan Sibolga dan Tapanuli Tengah. Sejumlah alat berat telah digerakkan untuk membuka jalur yang tertimbun material.
Dari bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan memastikan layanan medis tetap berjalan dengan dukungan tenaga tambahan. Koordinasi dengan dinas kesehatan daerah juga diperkuat terutama untuk memulihkan aktivitas pendidikan setelah kondisi memungkinkan.
Kemendagri mengingatkan pemerintah daerah untuk segera memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan melakukan pergeseran anggaran bila diperlukan agar proses penanganan tidak terhambat birokrasi.
Sementara itu, Basarnas menjalankan delapan operasi SAR secara paralel di wilayah terdampak. Prioritas mereka meliputi evakuasi warga yang masih terisolasi serta pencarian penduduk yang dilaporkan hilang.
BMKG menambahkan, meski Siklon Tropis Senyar telah melemah setelah bergerak dari Aceh Timur menuju Aceh Tamiang, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan masih memicu hujan lebat di Mandailing Natal dan sejumlah titik di Sumatra Barat. Kondisi cuaca diharapkan membaik secara bertahap.
Menutup rapat, Menko PMK memastikan seluruh wilayah terdampak telah menetapkan status darurat. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh sampai kondisi masyarakat kembali stabil.
Dengan status darurat yang telah diberlakukan, pemerintah menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, sekaligus memastikan kebutuhan warga terpenuhi hingga situasi benar-benar pulih.(Tim)









