KLIKINAJA – Perusahaan teknologi ByteDance dilaporkan tengah menjajaki penjualan pengembang game Mobile Legends: Bang Bang, Shanghai Moonton Technology Co., kepada Savvy Games Group asal Arab Saudi. Informasi ini diungkap sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi, yang menyebutkan pembicaraan masih berjalan dan belum tentu menghasilkan kesepakatan final.
ByteDance Kembali Coba Lepas Moonton
Upaya melepas Moonton bukan pertama kalinya dilakukan ByteDance. Tahun lalu, perusahaan induk TikTok tersebut juga sempat berusaha menjual studio game itu, namun prosesnya tak berujung pada kesepakatan. Kali ini, pembicaraan kembali dibuka dengan pihak Savvy Games Group, meski belum ada kepastian mengenai keputusan akhir.
Negosiasi yang berlangsung sejauh ini disebut bersifat sensitif. Sumber yang dikutip dari laporan Yahoo Finance pada Senin (1/12/2025) menyatakan bahwa peluang penjualan masih terbuka, tetapi juga berpotensi gagal seperti upaya sebelumnya.
Savvy Games Group Perkuat Ekspansi Global
Savvy Games Group merupakan perusahaan yang berada di bawah payung Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, Savvy agresif masuk ke industri game global melalui berbagai akuisisi besar.
Mereka sebelumnya menggelontorkan dana sekitar USD 1 miliar untuk membeli saham di Embracer Group. Selain itu, Savvy juga mengakuisisi penerbit game mobile Scopely dengan nilai transaksi mencapai USD 4,9 miliar, salah satu pembelian terbesar di sektor game mobile.
Langkah ekspansi Savvy tidak berhenti di situ. Perusahaan ini juga telah memperkuat posisinya di ranah esports dengan membeli ESL Gaming dan FaceIt, lalu menggabungkannya menjadi satu entitas bernama ESL FaceIt Group.
Investasi Jumbo Arab Saudi di Industri Game
Pemerintah Arab Saudi memang sedang mendorong industri game sebagai sektor masa depan. Savvy Games Group diketahui telah menyiapkan dana sedikitnya USD 37,8 miliar untuk memperkuat pengaruh negara tersebut di pasar game internasional.
Dari nilai tersebut, sekitar USD 13,3 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi penerbit game berskala besar. Strategi masif ini menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu kekuatan baru dalam dunia gaming dan esports.
Public Investment Fund (PIF) sendiri telah memiliki portofolio investasi yang luas di bidang game. Mereka tercatat memiliki saham di sejumlah perusahaan besar seperti Nintendo, Capcom, Nexon, Take-Two Interactive, Activision Blizzard, hingga Koei Tecmo. PIF juga ikut terlibat dalam konsorsium yang membeli Electronic Arts bersama Affinity Partners—firma investasi yang didirikan menantu Donald Trump, Jared Kushner.
Rumor Lama yang Kembali Mencuat
Rencana ByteDance untuk menjual Moonton sebenarnya bukan kabar baru. Bisik-bisik mengenai kemungkinan pelepasan Moonton sudah terdengar sejak 2023. Saat itu, rumor menyebut pihak Arab Saudi menjadi calon pembeli, meski identitas perusahaannya tidak pernah diungkap.
Kabar terbaru yang menyebut Savvy Games Group sebagai pihak yang diajak bernegosiasi memperkuat dugaan bahwa ByteDance mulai mengurangi fokus pada sektor game, terutama setelah menghadapi kompetisi yang ketat di pasar global.
ByteDance Akuisisi Moonton pada 2021
Untuk diketahui, ByteDance resmi mengambil alih Moonton pada 2021. Nilai akuisisinya saat itu diperkirakan mencapai USD 4 miliar, sekaligus menempatkan Moonton sebagai salah satu aset strategis ByteDance di ranah gaming.
Moonton dikenal sebagai pengembang Mobile Legends: Bang Bang, game bergenre MOBA (multiplayer online battle arena) yang memiliki basis pemain besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Popularitas game ini menjadikan Moonton pemain penting dalam industri game mobile regional.
Jika penjualan benar terjadi, langkah tersebut menandai perubahan besar pada strategi bisnis ByteDance, sekaligus membuka jalan bagi Savvy Games Group untuk menguasai salah satu IP game paling populer di kawasan Asia.
Hingga saat ini, baik ByteDance maupun Savvy Games Group belum memberikan pernyataan resmi terkait proses negosiasi tersebut. Industri game global disebut terus mengamati perkembangan pembicaraan ini, mengingat potensi dampaknya terhadap pasar game mobile dan esports di kawasan Asia.(Tim)









