KLIKINAJA, BATANG HARI – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai memperketat pengawasan arus lalu lintas dengan menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Peningkatan kegiatan patroli dan pemetaan titik rawan di lakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar di tengah potensi cuaca ekstrem.
Curah hujan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir menjadi alasan utama perlunya penanganan lebih awal.
Kepala Bidang Penataan Lalu Lintas dan Terminal, Ricky Cahyono, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menempatkan empat posko pengamanan terpadu. Lokasinya berada di Sungai Buluh, Bajubang, Muara Bulian, dan Tembesi, yang merupakan jalur keluar-masuk utama Batang Hari dan kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat libur panjang.
Posko-posko tersebut akan di operasikan bersama personel Satpol PP, TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan. Ricky menjelaskan, kehadiran berbagai unsur ini bertujuan mempercepat penanganan situasi darurat seperti kemacetan, kecelakaan, hingga bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, cuaca menjadi faktor krusial yang harus di antisipasi. “Dengan intensitas hujan yang tinggi, kami perlu memastikan jalur-jalur yang di lalui masyarakat benar-benar aman. Itu sebabnya pemetaan risiko terus kami lakukan,” ujarnya.
Salah satu titik yang paling mendapat perhatian adalah jalan AMD menuju Pasar Baru. Ricky menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama. Ia meminta masyarakat menghindari jalur tersebut bila penutupan di berlakukan. “Kami akan mengimbau pengendara untuk memilih rute lain jika kondisi tidak aman,” tuturnya.
Selain itu, laporan mengenai longsor di kawasan Terusan juga menjadi perhatian serius.
Ia menambahkan, jalur-jalur utama di Batang Hari masih dapat di lewati, namun pengguna jalan tetap di minta berhati-hati.
“Keputusan penutupan sebagian ruas jalan bisa saja kami keluarkan dalam pekan ini, tergantung perkembangan kondisi cuaca dan hasil pengawasan tim di lapangan,” jelasnya.
Selain menjaga kelancaran mobilitas penduduk, kolaborasi ini di harapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan dan mengurangi dampak bencana di wilayah rawan.
“Dengan upaya ini, pemerintah daerah berharap masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” tutupnya.(Tim)









