Pemilik TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya China 2025, Ini Jumlahnya Harta Kekayaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pendiri ByteDance Ltd, Zhang Yiming, resmi menempati posisi teratas sebagai individu terkaya di China. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersihnya di taksir mencapai US$57,5 miliar atau setara Rp1.028 triliun, didorong oleh lonjakan valuasi perusahaan teknologi yang ia dirikan.

Geser Taipan Lama, Zhang Kuasai Puncak Kekayaan

Capaian Zhang Yiming menandai pergeseran peta kekayaan di China. Ia berhasil melampaui Zhong Shanshan, pengusaha air minum kemasan, serta Ma Huateng, salah satu pendiri raksasa teknologi Tencent.

Di tingkat Asia, posisi Zhang kini berada di peringkat ketiga orang terkaya. Ia hanya berada di bawah dua konglomerat asal India, yakni Mukesh Ambani dan Gautam Adani, yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi daftar orang terkaya di kawasan tersebut.

Valuasi ByteDance Jadi Penopang Kekayaan

Lonjakan kekayaan Zhang tidak terlepas dari pembaruan valuasi ByteDance. Bloomberg mencatat, kekayaan bersihnya meningkat lebih dari US$10 miliar setelah di lakukan analisis terhadap penilaian dari sejumlah investor institusional global.

Lembaga keuangan besar seperti BlackRock Inc, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group Inc memberikan valuasi tinggi terhadap ByteDance. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan skema pembelian kembali saham karyawan dengan estimasi valuasi mencapai US$312 miliar.

Jika dirata-ratakan dari berbagai penilaian tersebut, nilai ByteDance saat ini di perkirakan menyentuh US$365 miliar. Angka ini menempatkan ByteDance sebagai salah satu perusahaan teknologi swasta dengan valuasi tertinggi di dunia.

Baca Juga :  Heboh! Ladang Ganja Ditemukan di Kayu Aro, Kerinci

Tekanan Geopolitik dan Ancaman TikTok di AS

Capaian finansial Zhang Yiming datang di tengah situasi yang tidak sepenuhnya mudah. ByteDance masih menghadapi tekanan geopolitik, terutama terkait keberlangsungan operasional TikTok di Amerika Serikat.

Pemerintah AS memperpanjang tenggat waktu selama 75 hari, hingga 5 April, agar ByteDance melepas kepemilikan TikTok di negara tersebut. Keputusan itu di umumkan oleh Donald Trump, yang menyatakan bahwa ByteDance harus menemukan pembeli lokal atau menghadapi potensi pelarangan aplikasi.

Ketidakpastian ini membuat masa depan TikTok di pasar AS masih belum jelas, meski aplikasi tersebut memiliki basis pengguna yang sangat besar.

Oracle Muncul sebagai Kandidat Pembeli

Seiring tenggat waktu yang berjalan, sejumlah perusahaan di laporkan mulai menjajaki peluang akuisisi. Menurut laporan Bloomberg News, Oracle Corp tengah mengkaji proposal untuk mengambil alih operasional TikTok di Amerika Serikat.

Skema yang di bahas mencakup jaminan keamanan data pengguna AS serta kepemilikan minoritas di entitas baru yang berbasis di AS. Namun, algoritma utama TikTok di sebut-sebut masih akan berada di bawah kendali China, sebuah poin yang berpotensi menjadi sorotan regulator.

ByteDance Perkuat Bisnis Kecerdasan Buatan

Di luar isu TikTok, ByteDance terus memperluas dominasinya di sektor kecerdasan buatan. Perusahaan ini mengembangkan chatbot AI bernama Doubao yang kini di laporkan memiliki sekitar 75 juta pengguna aktif reguler.

Baca Juga :  Nokia X100 Pro 5G Dirumorkan Bawa Kamera 300MP, Fakta atau Gimmick?

ByteDance juga mengklaim bahwa model pemahaman visual generasi awal mereka mampu beroperasi dengan biaya hingga 85 persen lebih rendah dari standar industri. Pendekatan efisiensi ini di nilai sejalan dengan strategi perusahaan AI China lain seperti DeepSeek, yang di kenal menekan biaya pengembangan tanpa mengorbankan performa.

Profil Singkat Zhang Yiming

Zhang Yiming lahir pada 1983 di Provinsi Fujian, China. Ia menamatkan pendidikan di Universitas Nankai pada 2005 dengan spesialisasi rekayasa perangkat lunak. Karier awalnya di mulai di startup Kuxun, sebelum sempat bekerja di Microsoft.

Pada 2012, Zhang mendirikan ByteDance dan mengembangkannya menjadi perusahaan teknologi global. Meski di kenal tertutup dan jarang tampil di ruang publik, gaya kepemimpinannya yang fokus pada data dan produk terbukti membawa ByteDance tumbuh pesat.

Pada November 2021, Zhang mengundurkan diri dari jabatan CEO. Kendati demikian, ia masih memegang lebih dari 50 persen hak suara, memastikan pengaruh strategisnya tetap kuat dalam arah kebijakan perusahaan.

Keberhasilan Zhang Yiming menjadi orang terkaya di China menegaskan kuatnya pengaruh sektor teknologi dalam peta ekonomi global. Meski di bayangi tantangan geopolitik, ByteDance tetap menunjukkan daya tahan dan inovasi yang menjadikannya salah satu pemain paling diperhitungkan di industri digital dunia.(Tim)

Berita Terkait

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya
Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega
Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya
Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat
Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut
Langit Suram Sepekan ke Depan? BMKG Prediksi Awan Tebal dan Hujan
Update Nomor WhatsApp Pengaduan IndiHome 2026, Ini Jalurnya
Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Meluas di Sejumlah Daerah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:00 WIB

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:00 WIB

Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:00 WIB

Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:00 WIB

Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

Senin, 26 Januari 2026 - 14:00 WIB

Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Sekda Alpian Lantik Puluhan Pejabat Pemkot Sungai Penuh

Rabu, 4 Feb 2026 - 12:00 WIB